Gali Potensi Lokal, Lapas Nunukan Kembangkan Budidaya Ikan Air Tawar
- 30 Agt 2026 09:59 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan - Lapas kini bukan lagi sekadar tempat yang menakutkan untuk menghukum para narapidana. Di Nunukan, Kalimantan Utara, lapas bertransformasi menjadi pusat budidaya ikan air tawar dan agrowisata.
Lokasinya berada di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lanuka, milik Lapas Kelas IIB Nunukan.Di tempat ini, para warga binaan dilibatkan langsung untuk membudidayakan ikan air tawar jenis nila dan lele.
Uniknya, pakan ikan yang digunakan berasal dari larva lalat tentara hitam (maggot) yang diolah sendiri karena kaya akan kandungan protein tinggi. Salah satu warga binaan, Sopian, menceritakan proses pengolahan pakan mandiri yang ia lakukan bersama rekan-rekannya.
"Ini lagi pungut yang hitam supaya menetas dari kulitnya jadi lalat. Makanan ikannya yang putih, dia protein dan gizinya bagus buat fungsi ikan, ayam, dan burung," ujarnya.
Aktivitas ini tak hanya mengisi waktu, tetapi juga membekali para warga binaan dengan keterampilan produktif menjelang bebas. Meski begitu, usaha ini bukan tanpa kendala. Minimnya ketersediaan bibit menjadi tantangan tersendiri bagi mereka.
"Kendalanya kita belum banyak bibit. (Harapannya) segera dipercepat ditambah lagi bibitnya biar banyak, jadi bisa dijual," ucapnya.
Baca Juga: Menilik Potensi Pangan Mandiri dari Perbatasan
Langkah Lapas Nunukan mengembangkan budidaya ikan air tawar bukanlah tanpa alasan. Sebagian besar masyarakat Nunukan selama ini masih bergantung pada pasokan ikan laut, sehingga peluang pasar ikan air tawar sangat terbuka lebar.
Kepala Lapas Kelas IIB Nunukan periode 2024-2026, Puang Dirham menjelaskan, program berkelanjutan di SAE Lanuka ini mengacu pada arahan pemerintah pusat untuk mewujudkan ketahanan pangan, pengembangan UMKM, hingga pariwisata berbasis kearifan lokal. Langkah ini pun membuahkan hasil nyata, tidak hanya menopang kebutuhan lokal, tetapi juga menyumbang Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) hingga ratusan juta rupiah.
"Di Kabupaten Nunukan ini ikan konsumsi masyarakat bergantung dari ikan laut, sangat jarang yang membudidayakan ikan air tawar. Kita lihat peluang itu dan alhamdulillah berhasil. Kita cukup menyumbang Rp 200 jutaan untuk PNBP Lapas Nunukan, dan sebagian kembali lagi ke masyarakat serta untuk premi narapidana sebagai bekal menjelang bebas," ungkapnya.
Lewat sentuhan pembinaan dan pemanfaatan potensi lokal, SAE Lanuka Lapas Nunukan membuktikan bahwa tembok penjara bukan halangan untuk berkarya dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat luas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....