Menilik Potensi Pangan Mandiri dari Perbatasan
- 24 Agt 2026 14:44 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan - Kabupaten Nunukan memiliki potensi pertanian lokal yang mendukung kemandirian pangan di wilayah perbatasan. Di kelurahan Mansappa, Kecamatan Nunukan Selatan, terbentang hamparan lahan produktif yang digarap para petani lokal.
Lahan tersebut menjadi benteng penting demi mewujudkan kemandirian pangan di wilayah perbatasan. Proses menanam padi umumnya memerlukan waktu sekitar 3 hingga 4 bulan, tergantung pada varietas yang digunakan serta kondisi cuaca di Nunukan.
Tondeng, salah seorang petani setempat, menjelaskan bahwa saat ini ada sekitar 15 petani yang aktif mengolah lahan di Kelurahan Mansappa. Biasanya, para petani memulai proses penyemaian benih pada awal tahun.
Lahan sawah kemudian dibajak dan digenangi air agar tanah menjadi gembur dan siap ditanami. Lahan yang digarap Tondeng sendiri memiliki luas sekitar 2 hektare.
Namun, di kawasan Mansappa, masih banyak lahan produktif milik warga dengan luas bervariasi, mulai dari 1,5 hingga 3 hektare. Dalam kondisi cuaca dan pasokan air yang baik, para petani mampu memetik hasil panen raya hingga 6 sampai 7 ton gabah per hektare.
Kendati demikian, Tondeng tidak menampik bahwa dalam beberapa periode terakhir, hasil panen sempat menurun hingga menyisakan sekitar 3 ton saja.
"Kalau yang itu hampir 3 ton saja, itupun nggak semua bagus. Kalau bagus hampir 6-7, kalau gagal ya itu 2 ton dalam 1 hektare, kalau jadi ya 6-7 ton," ujarnya saat ditemui pada Kamis (1/1/2026).
Potensi lahan produktif di Mansappa ini menyimpan harapan besar untuk memenuhi kebutuhan beras warga Nunukan secara mandiri. Pasalnya, hingga kini pasokan beras lokal belum sepenuhnya mencukupi, sehingga daerah masih harus bergantung pada pengiriman dari luar wilayah.
Kendati dihadapi berbagai tantangan cuaca dan hasil panen yang fluktuatif, angin segar mulai berembus bagi para petani. Kini, hasil panen mereka sudah mulai diserap oleh Perum Bulog, yang menjadi titik terang bagi peningkatan kesejahteraan para petani lokal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....