Warga Sebatik Tetap Pilih Indonesia meski Batas Berubah
- 17 Agt 2026 07:13 WIB
- Nunukan
Poin Utama
- Warga Desa Seberang tetap memilih Indonesia meski terdampak penegasan batas RI-Malaysia.
- Ibu Sima menegaskan pilihan Indonesia karena dirinya dan keluarganya telah lama tinggal di Indonesia.
- Warga terdampak masih menunggu kepastian penyelesaian lahan dan ganti rugi.
RRI.CO.ID, Nunukan - Warga Desa Seberang, Sebatik Utara, tetap memilih Indonesia di tengah penegasan batas RI-Malaysia. Pilihan itu menjadi gambaran nasionalisme warga perbatasan pada peringatan HUT ke-81 RI.
Pemerintah menyatakan penegasan batas darat Indonesia-Malaysia di Pulau Sebatik telah selesai dilakukan. Pada 15 April 2026, Kepala Staf Kepresidenan saat itu, Muhammad Qodari, menyebut 4,9 hektar wilayah Indonesia menjadi bagian Malaysia.
Penyesuaian batas tersebut turut berdampak pada warga yang tinggal di kawasan perbatasan. Salah satunya Ibu Sima, warga RT 3 Desa Seberang, Kecamatan Sebatik Utara.
Ia mengaku pernah ditanya seorang warga Malaysia mengenai pilihan kewarganegaraan dirinya dan suaminya. Ibu Sima menegaskan tetap memilih Indonesia karena dirinya merupakan warga negara Indonesia dan telah lama tinggal di Indonesia, Senin (17/08/2026).
“Sempat dia tanya saya sama suami, katanya kalau disuruh memilih, pilih yang mana? Ya jelas Indonesia. Saya tinggal di Indonesia. Masa saya pilih Malaysia? Kita ini bukan warga sana. Kami warga Indonesia, Pak,” ujarnya.
Pemerintah sebelumnya menyebut Indonesia memperoleh tambahan wilayah sekitar 127,3 hektar dari hasil penegasan batas tersebut. Sementara itu, perubahan batas turut menjadi perhatian warga yang memiliki lahan dan aset di kawasan terdampak.
Bagi Ibu Sima, pilihan untuk tetap menjadi bagian dari Indonesia tidak terlepas dari kehidupan keluarganya selama ini. Ia bersama keluarganya telah menjalani kehidupan sehari-hari di Indonesia. Anak-anaknya juga lahir dan bersekolah di wilayah Indonesia.
“Iya, Pak. Anak-anak saya semua sekolah di sini. Semuanya di sini. Anak-anak saya juga lahir di sini,” katanya.
Pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, pilihan warga perbatasan seperti Ibu Sima menjadi gambaran tentang ikatan masyarakat dengan Indonesia. Di tengah perubahan batas wilayah, warga terdampak juga masih menunggu kepastian penyelesaian lahan dan ganti rugi lahan terdampak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....