Siswa SDN 003 Sebatik Melintasi Perbatasan Malaysia Setiap Hari

  • 24 Agt 2026 06:11 WIB
  •  Nunukan
Poin Utama
  • Sejumlah siswa SDN 003 Sebatik Utara diketahui datang dari arah Malaysia untuk bersekolah.
  • Sekolah yang berada dekat perbatasan itu memiliki 72 siswa dan delapan orang guru.
  • BPPD Nunukan menjelaskan siswa yang bersekolah di Indonesia harus dibuktikan sebagai warga negara Indonesia.

RRI.CO.ID, Nunukan - Sejumlah siswa SDN 003 Sebatik Utara diketahui datang dari arah Malaysia untuk bersekolah. Sekolah tersebut berada dekat perbatasan Indonesia-Malaysia dan memiliki 72 siswa serta 8 orang guru.

Plt Kepala SDN 003 Sebatik Utara, Arsah, menyebut beberapa siswa datang dari arah Malaysia melalui jalur penyeberangan Sungai Melayu, Malaysia. Sebagian siswa tersebut memiliki orang tua yang bekerja di wilayah Malaysia, Senin (24/08/2026).

“Ya, ada ke arah Malaysia, tapi beberapa orang saja. Ada beberapa siswa yang lainnya di Desa Seberang. Desa sini, kalau kita itu, sungai itu kan menyeberang. Penyeberangan itu Malaysia, Sungai Melayu itu. Sungai Melayu itu kan lewat penyeberangan itu. Banyak anak-anak TKI yang sekolah di sini. Itu anak TKI? Enggak semua juga. Ada yang orang tuanya kerja di Malaysia, di sebelah,” ujar Arsah.

SDN 003 Sebatik Utara menjadi salah satu sekolah yang berada dekat dengan kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia. Kondisi geografis tersebut membuat aktivitas siswa dari wilayah sekitar perbatasan berlangsung lintas kawasan.

Sementara itu, Sekretaris Badan Pengelola Perbatasan Daerah Kabupaten Nunukan, Yance Tambaru, meyakini anak-anak tersebut merupakan warga negara Indonesia. Menurutnya, penerimaan siswa di sekolah Indonesia disertai dokumen seperti akta kelahiran atau KTP orang tua.

“Kalau menurut hemat kami pasti anak-anak Indonesia karena kan yang boleh bersekolah di wilayah kita adalah anak-anak Indonesia. Dan tentu itu ketika masuk dibuktikan dengan akta kelahiran atau KTP dari orang tua bahwa apa merupakan Warga Negara Indonesia,” ujar Yance Tambaru.

Badan Pengelola Perbatasan Daerah Kabupaten Nunukan belum mendapat konfirmasi mengenai dokumen yang digunakan keluarga siswa jika mereka berdomisili di wilayah Malaysia. Yance menduga jarak sekolah di wilayah Malaysia kemungkinan menjadi salah satu alasan anak-anak tersebut bersekolah di Indonesia.

“Kalau kemudian mereka menempati wilayah Malaysia, itu yang kita belum dapat konfirmasi apakah mereka menggunakan KTP atau jaminan ketika bekerja di wilayah Malaysia. Sehingga karena mungkin di wilayah Malaysia tidak ada sekolah yang dekat dengan mereka sehingga mereka menyekolahkan anak-anaknya ke wilayah Indonesia. Walaupun mereka berdomisilinya di wilayah Malaysia. Ya mungkin karena mereka menggunakan paspor yang ada jaminan-jaminan kerja itu, Pak,” ujar Yance Tambaru.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....