Labuan Bajo Awali Festival Sepak Bola Rakyat

  • 13 Des 2025 14:11 WIB
  •  Ende

KBRN, Manggarai Barat: Menyambut Road to FIFA World Cup™ Trophy Tour by Coca-Cola yang akan digelar pada 22 Januari 2026, Coca-Cola Indonesia berkolaborasi dengan Garuda Gemah Nusantara (GGN) meluncurkan Festival Sepak Bola Rakyat. Kegiatan ini digelar perdana di Lapangan Sepak Bola Stadion Ora Flobamora, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (13/12/2025).

Festival Sepak Bola Rakyat merupakan program pembinaan dan perayaan sepak bola yang menyasar pemain muda usia 15 hingga 18 tahun, sekaligus membuka kesempatan bagi masyarakat untuk merasakan euforia sepak bola dunia secara langsung. Setelah Labuan Bajo, kegiatan serupa akan dilaksanakan di sejumlah kota lainnya, seperti Jakarta, Palu, dan Makassar.

Wakil Ketua Umum PSSI, Ratu Tisha, dalam arahannya kepada para peserta menekankan pentingnya disiplin dan mental bertanding sejak usia muda. Menurutnya, tidak ada pertandingan besar maupun kecil dalam sepak bola.

“Mulai hari ini hingga ke depan, apa pun kesempatan yang kalian dapatkan di lapangan, berikan 100 persen kemampuan kalian. Tidak ada pertandingan yang lebih kecil dari yang lain. Semua membutuhkan disiplin yang tinggi,” kata Ratu, Sabtu (13/12/2025).

Ia juga menyampaikan optimisme terhadap masa depan sepak bola di NTT. Ia berharap melalui langkah-langkah kecil seperti festival ini, akan lahir talenta-talenta potensial yang mampu mengharumkan nama Indonesia.

“Dalam tiga hingga delapan tahun ke depan, saya yakin akan muncul banyak pemain hebat, khususnya dari Nusa Tenggara,” ujarnya.

Sementara itu, Project Manager Garuda Gemah Nusantara (GGN), Antonius Anadri, menjelaskan bahwa Festival Sepak Bola Rakyat merupakan rangkaian kegiatan yang tidak hanya berfokus pada pertandingan.

“Festival ini mencakup coaching clinic, pertandingan ekshibisi, hingga podcast yang menghadirkan tokoh sepak bola nasional seperti Evan Dimas. Kami juga melibatkan masyarakat sekitar, sehingga benar-benar menjadi pesta sepak bola rakyat,” katanya.

Ia menyebut antusiasme peserta di Labuan Bajo sangat tinggi. Sekitar 100 peserta usia 15 hingga 18 tahun mengikuti coaching clinic dengan lima materi utama, yakni dribbling, passing, variasi dribbling, shooting, dan game.

“Ini menunjukkan bukan hanya sepak bolanya yang berkembang, tetapi juga komunitasnya,” ujar Antonius.

Di kesempatan yang sama, Fitriana Adhisti, Frontline Marketing Director Coca-Cola Indonesia, mengatakan sepak bola telah menjadi bagian dari budaya masyarakat Indonesia sejak lama. Melalui festival ini, Coca-Cola ingin mendukung pembinaan sepak bola sekaligus menghadirkan ruang kebersamaan.

“Kami juga melibatkan pelaku UMKM lokal agar suasana festival semakin meriah dan benar-benar terasa sebagai pesta rakyat,” ujarnya.

Selain itu, Mantan pemain Tim Nasional Indonesia, Evan Dimas, yang turut menjadi coach dalam kegiatan coaching clinic menilai festival ini penting untuk membuka peluang bagi talenta di daerah.

“Potensi di pelosok sering kali tidak terlihat. Dengan kegiatan seperti ini, saya berharap bisa muncul bibit-bibit pemain yang kelak membela Merah Putih,” katanya.

Menurutnya, pembinaan sepak bola tidak hanya soal teknik dan kemampuan bermain, tetapi juga pembentukan karakter.

“Sepak bola harus menjunjung nilai kejujuran, fair play, dan saling menghormati. Dukungan pelatih, orang tua, dan lingkungan sangat menentukan perkembangan anak-anak,” ucap Evan.

Melalui Festival Sepak Bola Rakyat ini, diharapkan dapat menjadi jembatan pembinaan sepak bola usia dini sekaligus memperkuat ekosistem sepak bola nasional, khususnya di wilayah Indonesia Timur. Serta melahirkan talenta-talenta potensial, juga uga menumbuhkan semangat kebersamaan dan kecintaan masyarakat terhadap sepak bola, seiring menyambut euforia FIFA World Cup™ Trophy Tour by Coca-Cola di Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....