Festival Golo Koe, Bentuk Generasi Muda Tangguh Iklim

  • 14 Agt 2023 18:06 WIB
  •  Ende

KBRN, Ende: Dampak perubahan iklim dirasakan semakin parah termasuk mengancam ketahanan pangan. Perubahan pola hujan, kenaikan permukaan air laut, dan kejadian cuaca ekstrem memberikan dampak pada sektor pertanian.

Oleh karena itu diperlukan tindakan nyata, salah satunya melalui aksi-aksi iklim nyata di tingkat lokal untuk membangun kesadaran perubahan iklim dan ketahanan pangan lokal. Festival Golo Koe Labuan Bajo, Manggarai Barat yang digelar tanggal 10-15 Agustus 2023, menjadi salah satu upaya yang dilakukan gereja bersama pemerintah dan stakeholder terkait.

Manajer Program Ekosistem Pertanian Yayasan KEHATI Puji Sumedi katakan, Koalisi Pangan Baik -Hivos-VCA- juga ambil bagian dalam festival ini. Selain itu juga ada Koalisi Rakyat Kedaulatan Pangan dan Koalisi Food and Land Use (FOLU) IndonesiaWorld Resources Institute (WRI).

“Kami bekerja sama dengan Keuskupan Ruteng dan Kantor Utusan Khusus Presiden Bidang Pengentasan Kemiskinan dan Ketahanan Pangan serta Balai Pelestarian kebudayaan Wilayah XVI. Kami ada mendorong aksi-aksi nyata di daerah, khususnya kepada generasi muda dan masyarakat sipil melalui serangkaian kegiatan dalam festival ini,” kata Puji.

Terdaftar lebih dari 500 anak muda dari 3 kabupaten yang tergabung dalam Orang Muda Katolik yang mengikuti rangkaian kegiatan Festival Golo Koe di tahun ini. Mereka berasal dari Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Manggarai, dan Kabupaten Manggarai Timur.

Puji kemukakan, rangkaian kegiatan mulai dari pameran, seminar dan workshop Climate Talk dan LaudatoSi, aksi ekologi, dan semiloka Pangan. Kegiatan ini bertujuan membangun pemahaman publik khususnya generasi muda tentang dampak perubahan iklim dan kaitannya terhadap lingkungan dan ketahanan pangan.

Kami berharap kegiatan ini dapat membangun pola pikir generasi muda yang berorientasi pada budaya pangan lokal yang ekologis dan ekonomi berkelanjutan,” ujar Puji.

Dikatakan Puji, usai seminar kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan deklarasi oleh anak muda sekaligus peluncuran gerakan stop boros pangan dan ekonomi sirkular. Permasalahan sampah makanan/food waste menjadi suatu ironi di tengah perjuangan beberapa daerah membangun ketahanan pangan.

Hadir sebagai keynote speaker, yaitu Utusan Khusus Kepresidenan (UKP) Bidang Kerjasama Pengentasan Kemiskinan dan Ketahanan Pangan Muhamad Mardiono, Direktur The Climate Reality Project Indonesia Amanda Katili Niode PhD dengan topik bahasan mengarusutamakan isu perubahan iklim global ke konteks lokal. Selain itu ada Romo Inno Sutam yang membahas topik Penerapan Laudato Si dalam mendorong aksi iklim, pangan, dan ekonomi berkelanjutan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....