Komisi X DPR Harapkan Pemerintah Bikin Merata Kualitas dan Mutu Pendidikan

  • 03 Mei 2026 09:53 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani mengharapkan, pemerintah terus konsisten menyelesaikan persoalan pendidikan di Indonesia.
  • Kualitas dan mutu pendidikan belum sepenuhnya merata.
  • Biaya distribusi guru dan fasilitas belajar di daerah terpencil lebih mahal dibandingkan di kota.

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani mengharapkan, pemerintah terus konsisten menyelesaikan persoalan pendidikan di Indonesia. Salah satu hal yang harus segera diselesaikan, meratakan kualitas dan mutu pendidikan.

"Kualitas dan mutu pendidikan belum sepenuhnya merata. Belum dapat diakses secara adil oleh seluruh warga negara," kata politikus PKB ini dalam keterangan persnya, di Jakarta, Minggu, 3 Mei 2026.

Lalu mengungkapkan, masih terdapat kesenjangan antardaerah perkotaan dan daerah pedalaman, terutama di kawasan 3T. Meski anggaran pendidikan yang secara nominal besar, ternyata belum mampu menjawab seluruh kebutuhan riil di lapangan.

"Biaya distribusi guru dan fasilitas belajar di daerah terpencil lebih mahal dibandingkan di kota. Sehingga banyak sekolah yang masih kekurangan tenaga pendidik dan infrastruktur," ucap Lalu.

Ke depannya, Lalu mendorong, pekerjaan rumah (PR) besar di dunia pendidikan ini harus segera diselesaikan pemerintah. Mengingat, pendidikan yang bermutu untuk semua tidak cukup hanya dengan gedung baru yang megah.

"Tetapi juga harus diiringi dengan kualitas belajar yang unggul bagi setiap anak bangsa. Bagi anak-anak siswa dari Jakarta sampai Papua," ujar Lalu.

Sebelumnya diberitakan, pemerintah menargetkan 70.000 bangunan sekolah, akan dilakukan renovasi pada tahun 2026. Hal itu disampaikan Presiden Prabowo Subianto, usai meninjau progres renovasi SMAN 1 Cilacap, Jawa Tengah, Rabu, 29 April 2026.

Renovasi puluhan ribu sekolah untuk berbagai jenjang pendidikan itu dilakukan, dalam program perbaikan dan pembangunan sekolah se-Indonesia. Setidaknya dalam target perbaikan dan pembangunan sekolah di tahun 2026 ini, mengalami lonjakan signifikan dari tahun sebelumnya.

"Tahun ini sudah 70.000 (sekolah). Anggaran tahun lalu (untuk) 17.000 sekolah, tahun ini 70.000 sekolah," kata Presiden Prabowo dalam keterangannya, dikutip dalam YouTube Sekretariat Presiden, Jakarta, Rabu, 29 April 2026.

Program ini menjadi salah satu program strategis pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo. Tujuannya, dengan perbaikan dan pembangunan sekolah ini, akan meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Sehingga, dalam percepatan peningkatan kualitas pendidikan, pemerintah akan meningkat target jangkauan perbaikan dan pembangunan sekolah. Sebab ditegaskan Kepala Negara, bahwa sarana-prasarana sekolah, tidak terlepas dari peningkatan kualitas pendidikan.

"Sekolah adalah sangat penting, pendidikan adalah kunci kebangkitan bangsa kita. Saya akan menaruh perhatian, dan saya akan investasi besar-besaran di bidang pendidikan, untuk masa depan bangsa kita," ucap Presiden Prabowo.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....