Hardiknas 2026 Dorong Pendidikan Nasional Adil dan Berkualitas bagi Semua
- 02 Mei 2026 15:59 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Hari Pendidikan Nasional menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen untuk mewujudkan pendidikan yang adil dan berpihak pada peserta didik serta pendidik
- Pemerataan akses dan kualitas pendidikan terus didorong melalui kolaborasi berbagai pihak, termasuk penguatan pendidikan inklusif dan pengurangan kesenjangan wilayah
- Peningkatan kualitas guru serta pemanfaatan teknologi yang selaras dengan pengembangan SDM menjadi kunci menuju pendidikan bermutu
RRI.CO.ID, Jakarta – Wakil Ketua Umum Federasi Serikat Guru Indonesia Pusat Eka Ilham menilai Hari Pendidikan Nasional bukan sekadar seremoni tahunan. Ia menyebut momentum ini menjadi refleksi untuk memastikan pendidikan Indonesia bergerak menuju keadilan dan berpihak pada peserta didik serta pendidik.
“Hari Pendidikan Nasional adalah sebuah momen refleksi kita semangat bahwa cita-cita pendidikan Indonesia ini. Apakah benar-benar bergerak menuju keadilan atau justru tertinggal oleh kebijakan yang tidak berpihak pada peserta didik dan pendidik,” ujarnya kepada RRI PRO3, Sabtu, 2 Mei 2026.
Menurut Eka, tema Hardiknas tentang partisipasi semesta dan pendidikan bermutu untuk semua harus menjadi arah moral pendidikan nasional. Ia menegaskan tema tersebut tidak boleh berhenti sebagai slogan, melainkan perlu diwujudkan dalam kebijakan yang berdampak nyata.
Ia menyampaikan semangat tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan yang perlu diawasi bersama oleh seluruh pihak terkait pendidikan. Salah satunya adalah pemerataan akses pendidikan berkualitas yang dinilai belum sepenuhnya dirasakan oleh seluruh anak bangsa.
Eka menilai ketimpangan antara wilayah perkotaan dan daerah serta sekolah negeri dan swasta masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Ia juga menyoroti pentingnya memastikan pendidikan inklusif berjalan efektif bagi anak berkebutuhan khusus dan masyarakat di daerah terpencil.
Selain itu, Eka menegaskan kualitas guru menjadi faktor penting dalam meningkatkan mutu pendidikan secara menyeluruh. Ia menilai ketika kualitas guru meningkat, maka peserta didik juga akan memperoleh dampak positif dari proses pembelajaran.
“Kita bicara kualitas guru. Bagi saya, bagi kami, ketika kualitas guru itu mumpuni, maka muridnya juga akan berkualitas,” ucap Eka.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMP Negeri 10 Banda Aceh Intan Nirmala Hasibuan menyebut pendidikan Indonesia sedang berada dalam fase transformasi berkelanjutan saat ini. Ia menegaskan tantangan utama terletak pada memastikan pemanfaatan teknologi berjalan seiring peningkatan kualitas sumber daya manusia pendidikan.
“Pendidikan Indonesia ini sedang dalam fase transformasi berkelanjutan, disini kita sudah banyak mendigitalisasi banyak sistem. Namun sebenarnya tantangannya sekarang adalah memastikan apakah teknologi tersebut berbanding lurus dengan kualitas manusianya,” katanya kepada RRI PRO3, Sabtu, 2 Mei 2026.
Menurut Intan, tema Hardiknas 2026 menandai pergeseran dari pendidikan sekadar ada menuju pendidikan bermutu untuk semua kalangan masyarakat Indonesia. Ia menekankan pemerataan pendidikan menjadi poin kunci utama sesuai amanat Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional yang berlaku.
Ia mengingatkan kualitas pendidikan tidak boleh hanya terpusat pada sekolah tertentu, tetapi harus menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara merata. Intan menegaskan pemerataan pendidikan harus terwujud dari Sabang hingga wilayah paling timur Indonesia tanpa terkecuali.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....