Hardiknas 2026, Mendikdasmen Apresiasi Peran Guru sebagai Fondasi Pendidikan

  • 02 Mei 2026 15:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Harapan peningkatan inovasi dan pemerataan akses pendidikan disampaikan oleh guru dan peserta didik di Banyuwangi
  • Hardiknas menjadi momentum refleksi untuk menguatkan pendidikan berbasis nilai, karakter, dan pendekatan asah, asih, asuh
  • Pemerintah menegaskan guru sebagai pilar utama dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan yang memanusiakan manusia

RRI.CO.ID, Banyuwangi - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengatakan, guru merupakan fondasi utama kemajuan pendidikan nasional. Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), menurutnya harus menjadi refleksi bersama dalam menguatkan kembali makna pendidikan yang memanusiakan manusia dalam praktik pembelajaran.

Peringatan berlangsung khidmat dengan menonjolkan semangat kebersamaan serta penghargaan terhadap kontribusi guru dalam dunia pendidikan. Suasana tersebut mencerminkan pentingnya peran pendidik dalam membangun kualitas pendidikan nasional secara berkelanjutan.

Dalam upacara peringatan Hardiknas 2026, Mendikdasmen mengapresiasi para guru di seluruh Indonesia. Menurutnya, dedikasi dan pengabdian guru menjadi faktor utama dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui proses pendidikan.

“Pemerintah menyampaikan terima kasih kepada Bapak dan Ibu guru serta para pendidik yang telah berdedikasi. Bahkan, mendarmabaktikan ilmunya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujar Mendikdasmen di Banyuwangi, Sabtu, 2 Mei 2026.

Ia mengatakan, Hardiknas sebagai momentum untuk refleksi sekaligus menghidupkan kembali semangat pendidikan nasional. Ia menekankan pendidikan harus dijalankan dengan ketulusan dan kasih sayang dalam memanusiakan manusia secara utuh.

“Pendidikan adalah proses menemukan dan menumbuhkembangkan fitrah, kodrat alamiah manusia, atau potensi sebagai makhluk Tuhan yang mulia. Inti proses pendidikan adalah memuliakan,” ucapnya.

Nilai tersebut sejalan dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara terkait sistem among dalam pendidikan. Pendekatan ini menekankan keseimbangan antara asah, asih, dan asuh dalam proses pembelajaran.

Prinsip tersebut menjadi dasar penting dalam membangun praktik pendidikan yang tidak hanya berfokus pada capaian akademik. Pendidikan juga diarahkan untuk membentuk karakter serta nilai kemanusiaan dalam diri peserta didik secara menyeluruh.

Dalam kesempatan itu, guru PAUD KB Al Khotijah Banyuwangi Wiwik Handayani memandang Hardiknas sebagai pengingat bagi para pendidik untuk terus berperan aktif dalam membangun generasi bangsa. Menurutnya, guru perlu menjadi sosok yang mampu memberikan inspirasi melalui proses pembelajaran yang bermakna.

“Untuk dunia pendidikan, harapan kedepannya semakin banyak inovasi sehingga para pendidik dan anak-anak generasi bangsa bersemangat dalam menempuh pendidikan. Semangat untuk teman-teman guru semuanya, kita sebagai pendidik membagikan ilmu kepada anak-anak kita,” ucapnya.

Sementara itu, murid MAN 1 Banyuwangi Muhammad Ravi Adiatma Nur Dafiq memaknai Hardiknas sebagai bentuk penghargaan terhadap perjuangan para tokoh pendidikan dan guru. “Harapan saya, semoga akses pendidikan di Indonesia bisa merata hingga ke pelosok, sehingga seluruh anak dapat merasakan pendidikan yang setara,” kata Ravi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....