Belajaraya 2026 Perkuat Kolaborasi Pendidikan lewat Kerja Sama Lintas Sektor
- 02 Mei 2026 21:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Belajaraya 2026 menjadi ruang kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat ekosistem pendidikan nasional
- Ketua Pelaksana Nur Kholis Makki menegaskan pendidikan membutuhkan kerja bersama berbagai pihak
- Konsep tahun ini menghadirkan rangkaian kegiatan di berbagai kota sebelum puncak di Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta — Belajaraya 2026 kembali digelar sebagai ruang kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat ekosistem pendidikan nasional. Kegiatan tahunan ini diselenggarakan oleh jaringan Semua Murid Semua Guru (SMSG) sebagai wadah pertemuan berbagai pemangku kepentingan pendidikan.
Ketua Pelaksana Belajaraya 2026 Nur Kholis Makki menegaskan pendidikan tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Ia menyebut diperlukan kerja bersama lintas sektor untuk menghadirkan perubahan pendidikan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
“Ketika kita ngomongin pendidikan, itu nggak bisa dikerjain oleh satu atau dua komunitas pendidikan saja. Tapi perlu kolaborasi, perlu kerja barengan,” ujarnya saat kegiatan Belajaraya 2026 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Sabtu, 2 Mei 2026.
Makki menjelaskan kolaborasi tersebut melibatkan berbagai unsur mulai dari pemerintah hingga sektor industri secara aktif. Selain itu, keterlibatan publik figur juga dinilai penting untuk memperluas dampak gerakan pendidikan kepada masyarakat luas.
“Nggak bisa komunitas pendidikan saja. Perlu kolaborasi kerja barengan dengan lintas stakeholder, dengan pemerintah, dengan public figure, dengan instansi-instansi lainnya,” kata dia.
Ketua harian jaringan SMSG ini menyebut Belajaraya menjadi ruang pertemuan berbagai pihak untuk membangun ekosistem pendidikan yang lebih terintegrasi. Forum ini juga menjadi simbol kerja kolektif dalam menjawab berbagai tantangan pendidikan di Indonesia.
Pada penyelenggaraan tahun ini, ratusan komunitas dan organisasi pendidikan terlibat dalam berbagai peran strategis. Keterlibatan tersebut mencakup relawan, panitia, pengisi kelas, hingga narasumber dalam berbagai sesi kegiatan.
Makki menilai pendidikan merupakan proses jangka panjang yang membutuhkan konsistensi dan kolaborasi dari berbagai pihak terkait. Oleh karena itu, kerja kolektif menjadi kunci dalam mempercepat transformasi pendidikan yang lebih merata di Indonesia.
“Karena lagi-lagi ketika ngomongin pendidikan, itu kan maraton ya, jangka panjang. Dan ketika maraton itu perlu bareng-bareng,” ujarnya.
Belajaraya 2026 ini menghadirkan konsep berbeda melalui rangkaian kegiatan di berbagai kota di Indonesia dibanding tahun sebelumnya. Makki menyebut kegiatan telah berlangsung di sejumlah kota sebelum mencapai puncak acara di Jakarta.
Puncak Belajaraya tahun ini dilaksanakan bertepatan dengan momentum Hari Pendidikan Nasional. Selain itu, berbagai program seperti kelas belajar, diskusi publik, dan pelatihan kapasitas turut dihadirkan dalam kegiatan.
Seluruh rangkaian tersebut dirancang untuk memperkuat peran komunitas pendidikan dalam mendorong perubahan yang berkelanjutan. Makki berharap kegiatan ini dapat membangun kesadaran kolektif bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup Moh. Jumhur Hidayat mengapresiasi penyelenggaraan Belajaraya 2026 sebagai ruang kolaborasi lintas sektor dalam pendidikan. Ia menilai kegiatan ini penting dalam membangun kesadaran kolektif terhadap isu lingkungan dan peradaban.
Ia juga mengaku terharu melihat keseriusan peserta dalam membahas peningkatan peradaban melalui berbagai isu strategis. Jumhur menilai forum dialog seperti Belajaraya menjadi ruang penting untuk mempertemukan berbagai pihak sekaligus menjaga kesadaran publik.
Menurutnya, dialog diperlukan untuk mengingatkan berbagai kekuatan agar tetap berpihak pada kepentingan bersama. “Saya fully support kepada gerakan semua murid semua guru ini,” katanya.
Jumhur menambahkan pendidikan lingkungan sangat penting karena akan membentuk kebiasaan dan pertimbangan dalam setiap keputusan di masa depan. “Kalau lingkungan udah menjadi habits in our heart, maka jadi apapun anda pasti itu menjadi pertimbangan penting,” ujar Menteri Jumhur.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....