Nusakambangan Menjadi Lumbung Ketahanan Pangan Nasional

  • 06 Feb 2025 15:44 WIB
  •  Batam

KBRN, Batam: Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto, meyakini bahwa Pulau Nusakambangan memiliki potensi besar untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Dengan lahan yang luas dan tenaga kerja dari Warga Binaan, pulau ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat pengasingan, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi pusat produksi pangan yang strategis.

Untuk mewujudkan visi tersebut, pemerintah bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk PT PLN dan BRI. Dalam kunjungannya ke Pulau Nusakambangan pada Rabu (5/2), Agus meninjau langsung proyek pengembangan pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan yang tengah berjalan di sana. Saat ini, sekitar 115 hektare lahan telah dimanfaatkan, dengan 72 hektare di antaranya digunakan untuk pertanian padi dan jagung.

Selain itu, lahan seluas 32 hektare di tepi pantai dekat Lapas Pasir Putih akan dikembangkan untuk tambak udang, termasuk budidaya udang vaname dan berbagai jenis ikan. Sementara itu, sektor peternakan ditargetkan mampu menghasilkan ribuan ayam petelur, kambing, serta ratusan ekor sapi.

Menurut Agus, proyek ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan pemberdayaan Warga Binaan, tetapi juga mendukung ketahanan pangan nasional, sebagaimana yang ditekankan oleh Presiden Prabowo Subianto. Di samping produksi pangan, proyek ini juga mencakup pembangunan pabrik pupuk serta Balai Latihan Kerja (BLK) bagi Warga Binaan, dengan dukungan infrastruktur dari PLN dan BRI.

Dalam rangkaian kunjungannya, Agus beserta para mitra kerja melakukan penebaran benih ikan dan peletakan batu pertama untuk pembangunan BLK. Selain itu, di PLTU Adipala, dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dengan PT PLN (Persero) terkait kerja sama dalam menjalankan tugas dan fungsi masing-masing. Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, dan Sekretaris PT PLN, Alois Wisnuhardana, juga menandatangani kerja sama pemanfaatan Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) dari PLTU untuk mendukung pembangunan infrastruktur di Nusakambangan.

Selain PLN dan BRI, sejumlah perusahaan seperti PT Agro, PT 69, dan PT Wilmar Padi Indonesia turut serta dalam mewujudkan Nusakambangan sebagai pusat ketahanan pangan nasional. Dengan langkah ini, Nusakambangan tidak lagi sekadar dikenal sebagai pulau dengan fasilitas pemasyarakatan beragam tingkat risiko, tetapi juga berkembang menjadi kekuatan utama dalam mendukung ketahanan nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....