Pemkab Deiyai Perkuat Koordinasi Penanganan Kekeringan Melalui Satuan Tugas

  • 31 Agt 2026 21:33 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Deyai - Pemerintah Kabupaten Deiyai memperkuat koordinasi penanganan dampak kekeringan melalui Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Bencana Kekeringan/Kemarau yang telah dibentuk beberapa hari sebelumnya.

Sebelumnya, langkah cepat telah dilakukan oleh Sekretariat Daerah Kabupaten Deiyai bersama Kodim 1703/Deiyai, dengan dukungan personel dalam pendistribusian air kepada masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan tersebut berpusat di Yomeni, Kampung Waghete 1.

Selain pendistribusian air, langkah penanganan di lapangan juga dilakukan terhadap beberapa titik api. Satpol PP dan BPBD Kabupaten Deiyai telah melakukan pemadaman pada sejumlah titik api sebelum api meluas, sebagai bagian dari upaya antisipasi terhadap dampak musim kemarau.

Penguatan koordinasi selanjutnya dibahas dalam rapat Satgas yang berlangsung di Aula Rapat Bagian Umum Setda Kabupaten Deiyai, Senin 31 Agustus 2026. Rapat diikuti unsur Pemerintah Kabupaten Deiyai, BPBD, perangkat daerah, pemerintah distrik, TNI/Polri, serta pihak terkait lainnya.

Rapat berlangsung dalam suasana antusias dan dinamis. Para peserta aktif menyampaikan kondisi di lapangan, data kebutuhan air, kesiapan fasilitas, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan bersama untuk mempercepat pelayanan kepada masyarakat terdampak.

Dalam rapat tersebut, Bupati Deiyai menegaskan bahwa langkah selanjutnya adalah mengidentifikasi kampung-kampung yang membutuhkan air serta mencari sumber air yang aman untuk kemudian didistribusikan kepada masyarakat.

“Kita cari sumber air. Kita beli, dan kita distribusikan ke masyarakat. Cari sumber air yang tidak bermasalah. Yang juga warga Nusantara (pendatang), juga bisa ambil. Ambil untuk bagi ke masyarakat yang berdampak kemarau. Jadi negosiasi dengan mereka baik-baik. Jangan terlalu berpatokan pada besaran uang,” ujar Bupati.

Bupati juga menekankan pentingnya sosialisasi sebelum air didistribusikan kepada masyarakat.

“Tadi sudah ada 17 mobil. Tim punya tugas adalah cari sumber air yang aman. Sebelum dibagikan harus ada semacam sosialisasi,” katanya.

Kodim Telah Distribusikan Air kepada Masyarakat

Dandim 1703/Deiyai, Inf. M. Abli Aufa, S.H., menyampaikan bahwa Kodim telah melakukan distribusi air kepada masyarakat di Yomeni, Kampung Waghete 1.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari antisipasi karena kondisi cuaca masih belum pasti. Berdasarkan pendataan sementara, terdapat sekitar 17 mobil tangki air yang dapat mendukung proses distribusi, termasuk kendaraan milik Kodim.

“Kita tetap antisipasi karena perkiraan cuaca ini tidak pasti. Puji Tuhan kemarin kita sudah mulai dari hari Sabtu kemarin sampai besok hari Rabu, seperti di Yomeni. Setelah didatakan, ada sekitar 17 mobil tangki air yang biasa muat air untuk dijual, termasuk yang Kodim yang sudah ada. Mereka akan bantu juga,” jelas Dandim.

Ia berharap seluruh stakeholder dapat mengambil bagian dalam penanganan tersebut karena langkah yang dilakukan merupakan bagian dari misi kemanusiaan.

“Harapnya peran serta dari semua stakeholder. Kami akan tetap lanjutkan. Setidaknya semua ini adalah misi kemanusiaan. Pelayanan untuk masyarakat adalah 24 jam,” tegasnya.

Polres Siapkan Fasilitas Pendukung

Kapolres Deiyai, Kompol Sarifudin Ahmad, menyatakan kesiapan jajaran Polres untuk membantu Pemerintah Kabupaten Deiyai dalam menangani dampak kekeringan.

Menurutnya, fenomena tersebut tidak hanya terjadi di Kabupaten Deiyai. Terkait Karhutla, Deiyai dinilai tidak terlalu terdampak secara langsung, sementara asap yang masuk ke wilayah Deiyai berasal dari kabupaten tetangga.

Kapolres juga menyampaikan bahwa Deiyai sebenarnya memiliki sumber air yang cukup, termasuk air danau yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan tertentu. Karena itu, diperlukan pengelolaan sumber air secara baik.

“Sebenarnya di Deiyai ini tidak kekurangan air. Hanya pengelolaan saja. Air danau juga sangat baik untuk dipakai untuk cuci. Apresiasi untuk Dandim,” ujar Kapolres.

Polres Deiyai telah menyiapkan sejumlah fasilitas pendukung untuk membantu penanganan di lapangan.

“Kami juga sudah siapkan fasilitas Alkon, selang. Kalau kendaraan ada. Pada intinya kami siap membantu Pemkab untuk menangani masalah ini,” katanya.

BPBD: Data Titik Air Sudah Jelas

Kepala BPBD Kabupaten Deiyai, Emanuel Doo, menyampaikan bahwa titik-titik kebutuhan air telah terdata dan tim tinggal melanjutkan pekerjaan di lapangan.

“Soal titik air sudah jelas. Sekarang tim tinggal kerja. Soal data sudah aman. Tinggal fasilitas saja yang kurang,” ungkap Emanuel.

Menanggapi hal tersebut, Bupati meminta agar data dari Kodim, Polres dan BPBD disatukan serta diklarkan kembali. Data tersebut harus mencakup kampung-kampung yang membutuhkan air, titik sumber air, kebutuhan masyarakat, serta dukungan fasilitas yang tersedia.

Bupati menegaskan bahwa angka 17 mobil tangki yang telah terdata bukan berarti seluruh kebutuhan sudah terpenuhi. Ia juga mengajak kepala-kepala perangkat daerah dan pemerintah kampung untuk turut memberikan dukungan.

“Bukan berarti 17 itu sudah log. Tapi kalau ada kepala-kepala Dinas yang mau menyumbangkan untuk bantuan ini bisa juga menyumbangkannya. Saya harap ada bantuan juga dari Desa-Desa,” ujar Bupati.

Bupati meminta agar proses pendataan dan penanganan di lapangan melibatkan kepala suku serta pihak-pihak terkait.

“Pertemuan berikut harus sudah klir. Data harus sedetail mungkin. Gandeng kepala suku. Pihak-pihak terkait harus ditemui. Hari Rabu kita ketemu lagi dan saya harap semua sudah klir,” tegas Bupati.

Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mengambil bagian dalam aksi kemanusiaan tersebut, khususnya Kodim 1703/Deiyai dan Polres Deiyai yang telah bergerak lebih awal membantu masyarakat.

“Terima kasih semua sudah datang untuk aksi kemanusiaan ini. Saya sangat apresiasi kepada Kodim dan Polres yang sudah melangkah lebih cepat dari saya. Hari Rabu saya harap sudah klir dan kita eksekusi,” pungkasnya.

Melalui penguatan koordinasi dan penyatuan data tersebut, Pemerintah Kabupaten Deiyai berharap penanganan dampak kekeringan dapat dilakukan secara cepat, terarah, dan tepat sasaran, terutama dalam memastikan kebutuhan air masyarakat yang terdampak dapat segera terpenuhi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....