Penduduk Papua Tengah Bertambah 13.363 Jiwa, Capai 1,39 Juta

  • 29 Agt 2026 08:45 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Jumlah penduduk Provinsi Papua Tengah mencapai 1.397.590 jiwa pada Semester I Tahun 2026. Jumlah tersebut mengalami peningkatan sebanyak 13.363 jiwa dibandingkan Semester II Tahun 2025 yang tercatat sebanyak 1.384.227 jiwa.

Data tersebut merupakan data kependudukan nasional yang dirilis Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri dalam Rapat Koordinasi Nasional Dukcapil yang berlangsung pada 3 hingga 4 Agustus 2026 di Jakarta.

Dari total penduduk Papua Tengah tersebut, sebanyak 737.667 jiwa merupakan laki-laki dan 659.923 jiwa merupakan perempuan. Pertambahan penduduk tercatat terjadi di seluruh delapan kabupaten yang berada di Provinsi Papua Tengah.

Paniai menjadi kabupaten dengan penambahan penduduk terbesar, yakni sebanyak 4.569 jiwa. Jumlah penduduk Paniai meningkat dari 128.448 jiwa pada Semester II Tahun 2025 menjadi 133.017 jiwa pada Semester I Tahun 2026.

Sementara itu, Mimika mengalami penambahan sebanyak 2.093 jiwa, Nabire 1.580 jiwa, Deiyai 1.423 jiwa, Puncak 1.162 jiwa, Dogiyai 1.152 jiwa, Intan Jaya 713 jiwa, dan Puncak Jaya sebanyak 661 jiwa.

Rincian Penambahan Penduduk Papua Tengah

  • Nabire: bertambah 1.580 jiwa, total 183.169 jiwa
  • Puncak Jaya: bertambah 661 jiwa, total 221.716 jiwa
  • Paniai: bertambah 4.569 jiwa, total 133.017 jiwa
  • Mimika: bertambah 2.093 jiwa, total 325.596 jiwa
  • Puncak: bertambah 1.162 jiwa, total 180.519 jiwa
  • Dogiyai: bertambah 1.152 jiwa, total 118.923 jiwa
  • Intan Jaya: bertambah 713 jiwa, total 139.455 jiwa
  • Deiyai: bertambah 1.423 jiwa, total 95.195 jiwa

Total Provinsi Papua Tengah: bertambah 13.363 jiwa, sehingga jumlah penduduk menjadi 1.397.590 jiwa pada Semester I Tahun 2026.

Plt. Kepala Dinas Dukcapil Provinsi Papua Tengah, Albertus Iyai, mengatakan peningkatan jumlah penduduk yang tercatat dalam database kependudukan juga didukung oleh pelayanan administrasi kependudukan yang dilakukan pemerintah daerah.

Menurut Albertus, pelayanan administrasi kependudukan secara langsung ke distrik, kampung, maupun sekolah menjadi salah satu upaya untuk memperbarui dan melengkapi data masyarakat.

Selain pelayanan lapangan, penguatan data juga didukung kerja sama pengolahan database kependudukan antara administrator database kabupaten dan Provinsi Papua Tengah.

Albertus berharap masyarakat semakin menyadari pentingnya memiliki dokumen kependudukan, mulai dari Kartu Keluarga, KTP elektronik hingga akta-akta pencatatan sipil.

Kelengkapan dokumen tersebut dinilai penting karena menjadi salah satu persyaratan masyarakat dalam memperoleh berbagai layanan publik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....