Karhutla Meluas, Bupati Nabire Siapkan Antisipasi Krisis Pangan
- 23 Agt 2026 20:52 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Nabire mulai berdampak terhadap aktivitas masyarakat dan berpotensi mengganggu ketahanan pangan, terutama di wilayah pegunungan.
Bupati Nabire, Mesak Magai, S.Sos., M.Si., mengatakan Pemerintah Kabupaten Nabire menyiapkan langkah antisipasi, termasuk memastikan kebutuhan pangan bagi masyarakat di wilayah yang terdampak kondisi kekeringan dan kebakaran.
Kabupaten Nabire terdiri dari 15 distrik yang terbagi dalam tiga zona, yakni lima distrik di zona pesisir dan kepulauan, lima distrik zona perkotaan, serta lima distrik zona pegunungan.
Menurut Mesak, kebakaran saat ini terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Wanggar, Kepulauan Moora, Napan, Teluk Umar hingga Uwapa. Kebakaran juga dilaporkan terjadi di sepanjang jalur Trans Papua serta sejumlah wilayah lainnya.
Di zona perkotaan, kebakaran disebut terjadi di beberapa wilayah secara bersamaan. Mesak mengatakan kondisi tersebut cukup sulit diprediksi karena kebakaran muncul secara serentak di sejumlah lokasi.
Ia juga menyebut terdapat indikasi kebakaran dilakukan secara sengaja berdasarkan pantauan pemerintah melalui CCTV di sejumlah lokasi.
“Karena pandangan kami dan pantauan kami, kebakaran terjadi secara serentak, seolah-olah seperti sesuatu yang direncanakan dan dilakukan oleh kelompok-kelompok tertentu,” ujar Mesak yang menghadiri rapat koordinasi lintas sektor penanganan dampak El-Nino melalui zoom, Minggu 23 Agustus 2026.
Namun, dugaan tersebut masih memerlukan pembuktian dan penanganan lebih lanjut oleh pihak berwenang.
Selain kebakaran, Pemerintah Kabupaten Nabire juga menghadapi persoalan kekeringan dan keterbatasan air bersih di sejumlah wilayah.
Mesak mengatakan beberapa wilayah seperti Makimi, Uwapa dan kawasan perkotaan mengalami kondisi kekeringan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah karena dapat memperbesar dampak yang dirasakan masyarakat, terutama apabila curah hujan belum kembali normal.
Pemkab Antisipasi Dampak terhadap Ketahanan Pangan
Bupati Nabire memprediksi wilayah pegunungan berpotensi mengalami gangguan terhadap ketahanan pangan apabila kondisi kering dan kebakaran terus berlangsung.
Wilayah seperti Siriwo, Dipa dan Menou menjadi perhatian karena aktivitas masyarakat, khususnya pertanian, dapat terganggu.
“Karena hasil kebun setelah dipanen tidak bisa tumbuh kembali kalau tidak ada curah hujan,” jelas Mesak.
Untuk mengantisipasi kemungkinan kekurangan pangan, Pemerintah Kabupaten Nabire akan memberikan pelayanan kepada masyarakat di wilayah terdampak, termasuk menyiapkan kebutuhan beras dan kebutuhan pangan lainnya.
Rakor Lintas Sektor Bahas Dampak El-Nino
Penanganan kondisi tersebut menjadi bagian dari perhatian Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui rapat koordinasi lintas sektor penanganan dampak El-Nino yang digelar pada Minggu, 23 Agustus 2026, di Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah.
Rapat dipimpin Gubernur Papua Tengah dan diikuti jajaran Forkopimda, para bupati dari delapan kabupaten, serta instansi vertikal, termasuk BMKG.
Rapat membahas langkah strategis menghadapi dampak El-Nino, termasuk peningkatan risiko karhutla dan dampaknya terhadap masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....