Karhutla Meluas, Papua Tengah Siapkan Helikopter dan Kerahkan TNI-Polri
- 25 Agt 2026 00:06 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire — Pemerintah Provinsi Papua Tengah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang mulai meluas di sejumlah wilayah. Selain mengerahkan personel gabungan TNI-Polri, pemerintah juga menyiapkan dukungan helikopter untuk memperkuat upaya pemadaman dari udara selama puncak musim kemarau.
Penguatan kesiapsiagaan itu ditandai dengan Apel Gelar Pasukan Penanggulangan Karhutla Tahun 2026 yang digelar di kawasan Bandara Lama Nabire, Senin (24/8/2026). Apel melibatkan unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, BPBD, DLHKP, BMKG, pemadam kebakaran, hingga organisasi masyarakat sebagai bentuk koordinasi lintas sektor menghadapi ancaman Karhutla.
Sekretaris Satgas Penanganan Karhutla Papua Tengah, Fun, S.Sos., M.Si., mengatakan kesiapan tidak hanya difokuskan pada jumlah personel, tetapi juga pada ketersediaan kendaraan pemadam, kendaraan pengangkut personel, serta perlengkapan pendukung lainnya.
“Kita ingin satu padu dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Provinsi Papua Tengah, termasuk kesiapan sumber daya manusia serta kesiapan sarana dan prasarana,” ujar Fun.
Menurut Fun, pemerintah juga tengah mengoordinasikan penggunaan helikopter bersama pihak penerbangan dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Dukungan udara tersebut diharapkan segera tersedia untuk membantu penanganan titik-titik kebakaran yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Warga Diminta Tidak Membakar Lahan
Di sisi lain, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan dan Pertanahan (DLHKP) Papua Tengah, Yan Richard Pugu, S.Hut., M.Si., menegaskan bahwa pencegahan menjadi langkah utama dalam mengendalikan Karhutla. Ia meminta masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar karena kondisi kemarau membuat api mudah meluas.
“Kita harapkan masyarakat juga ikut mendukung, karena saat ini memang rawan kalau misalnya ada yang sengaja membakar lahan,” tegas Yan.
DLHKP juga menggandeng media, termasuk RRI Nabire, untuk memperluas penyebaran informasi mengenai pencegahan Karhutla dan mengajak masyarakat segera melaporkan jika menemukan titik api.
Polda Papua Tengah Perkuat Antisipasi Puncak Kemarau
Sementara itu, Polda Papua Tengah menilai ancaman Karhutla meningkat seiring memasuki puncak musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Nino. Dalam amanat Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini, yang dibacakan Wakapolda saat apel, seluruh unsur diminta memperkuat komitmen bersama dalam menghadapi potensi kebakaran.
“Pegelaran pasukan ini memiliki makna yang sangat penting sebagai wujud kesiapsiagaan, kesungguhan dan komitmen bersama dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Provinsi Papua Tengah,” demikian amanat Kapolda.
Berdasarkan prediksi BMKG, periode paling kering di Papua Tengah diperkirakan berlangsung pada Agustus hingga September 2026. Pemerintah berharap kesiapan personel, peralatan, pemantauan cuaca, serta dukungan masyarakat dapat menekan meluasnya Karhutla dan mengurangi dampak asap terhadap kesehatan warga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....