Subsidi Penerbangan Papua Tengah Buka Akses Wilayah Terisolir

  • 26 Agt 2026 04:37 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Pemerintah Provinsi Papua Tengah mulai menjalankan kebijakan subsidi penerbangan melalui PT AMA untuk memperluas akses transportasi udara bagi masyarakat, khususnya di wilayah pegunungan dan daerah yang selama ini memiliki keterbatasan konektivitas.

Kebijakan tersebut disampaikan Juru Bicara Gubernur Papua Tengah, Emanuel You, dalam keterangan pers terkait mulai beroperasinya PT AMA pada 24 Agustus 2026. Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Papua Tengah bersama PT AMA telah menandatangani nota kesepahaman atau MoU pada 17 Agustus 2026.

Emanuel You mengatakan subsidi penerbangan tersebut merupakan langkah strategis Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa untuk mempermudah mobilitas masyarakat sekaligus membuka keterisolasian wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat maupun laut.

“Gubernur Papua Tengah mengambil langkah strategis melalui kebijakan subsidi penerbangan untuk mempermudah mobilitas masyarakat melalui akses transportasi udara dan benar-benar dimanfaatkan masyarakat sebagai solusi untuk membuka keterisolasian wilayah pegunungan Papua Tengah,” ujar Emanuel.

Menurut Emanuel, keberadaan layanan penerbangan yang mendapat dukungan subsidi pemerintah diharapkan tidak hanya berdampak pada mobilitas masyarakat, tetapi juga mendukung berbagai kebutuhan dasar. Akses udara dinilai penting untuk menunjang aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan, serta pelayanan pemerintahan di daerah yang masih menghadapi keterbatasan transportasi.

Kebijakan tersebut juga diarahkan untuk memperluas akses bagi Orang Asli Papua (OAP) di wilayah pegunungan dan daerah terpencil Papua Tengah. Dengan konektivitas yang lebih baik, masyarakat diharapkan memiliki kesempatan yang lebih mudah untuk mengakses pusat pemerintahan, layanan kesehatan, pendidikan, serta aktivitas ekonomi.

Di sisi lain, pemerintah provinsi juga memberikan dukungan kepada PT AMA sebagai bagian dari pemberdayaan dan penguatan terhadap Keuskupan atau Gereja Katolik. Pemerintah berharap dukungan tersebut dapat membantu maskapai tetap mandiri dan menjalankan misi pelayanan kemanusiaan serta keagamaan di wilayah Papua.

Emanuel menjelaskan, dukungan tersebut juga menjadi bentuk penghormatan terhadap kontribusi PT AMA yang selama puluhan tahun telah melayani masyarakat pedalaman dan wilayah terisolir di Papua melalui penerbangan perintis.

“PT AMA telah melayani wilayah pedalaman dan masyarakat terisolir di Papua kurang lebih 60 tahun untuk misi kemanusiaan dan keagamaan. Karena itu, kebijakan ini juga merupakan bentuk penghormatan sekaligus penguatan terhadap pelayanan tersebut,” kata Emanuel.

Emanuel menambahkan, Gubernur Papua Tengah berharap masyarakat dapat memanfaatkan layanan penerbangan tersebut dengan sebaik-baiknya. Pemerintah ingin masyarakat di berbagai kabupaten lebih mudah melakukan perjalanan menuju ibu kota Provinsi Papua Tengah maupun kembali ke daerah masing-masing.

“Gubernur berharap masyarakat bisa menggunakan pelayanan ini dengan baik. Masyarakat di kabupaten-kabupaten bisa lebih mudah datang ke ibu kota provinsi, begitu juga kembali ke daerahnya. Ini untuk kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat Papua Tengah,” tutur Emanuel.

Melalui subsidi penerbangan tersebut, Pemerintah Provinsi Papua Tengah berharap konektivitas antarwilayah semakin terbuka dan kesenjangan akses transportasi dapat dikurangi. Kebijakan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menghadirkan pelayanan pemerintah yang lebih dekat dan merata bagi masyarakat, termasuk OAP yang berada di wilayah pegunungan dan daerah terpencil.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....