Bupati Mimika Dorong Jaminan Keamanan untuk Warga di Distrik Jila
- 19 Agt 2026 19:04 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Mimika – Bupati Mimika Johannes Rettob menyampaikan keprihatinan atas kasus penembakan yang terjadi di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, pada 17 Agustus 2026. Pemerintah Kabupaten Mimika turut menyampaikan duka cita atas jatuhnya korban, baik dari unsur TNI maupun masyarakat.
Johannes mengatakan, pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk mencari solusi dalam mengamankan situasi di Distrik Jila. Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat tetap mendapatkan pelayanan dasar dan pembangunan di wilayah tersebut dapat terus berjalan.
"Saya terus melakukan komunikasi dengan pihak keamanan untuk bagaimana mereka bisa menjamin ke depan bahwa keamanan di Jila itu baik, demi pembangunan masyarakat," ujar Johannes Rettob, Rabu (19/8/2026).
Menurutnya, pemerintah juga akan menggelar rapat bersama aparat hukum, Satgas, TNI dan Polri guna membahas kondisi keamanan di Jila sekaligus menentukan langkah tindak lanjut yang diperlukan.
Sementara itu, demi menjamin keselamatan tenaga pelayanan publik, Pemkab Mimika telah mengevakuasi tenaga kesehatan, Kepala Puskesmas, guru dan sejumlah pihak terkait dari Distrik Jila ke lokasi yang lebih aman. "Semua sudah kita evakuasi ke sini. Mereka sudah aman untuk sementara sambil menunggu situasi di sana membaik, baru kita kembalikan," katanya.
Johannes menjelaskan, evakuasi dilakukan agar kondisi keamanan tidak semakin mengganggu pelayanan pendidikan dan kesehatan. Untuk sementara, kegiatan pembelajaran di Distrik Jila dihentikan hingga situasi dinilai cukup aman untuk kembali beraktivitas.
Bupati juga menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat karena upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Distrik Jila pada 17 Agustus lalu tidak dapat dilaksanakan akibat situasi keamanan.
Selain pendidikan dan kesehatan, kondisi tersebut turut berdampak pada transportasi menuju Jila. Rencana penerbangan perintis ke wilayah tersebut untuk sementara dihentikan karena pihak penerbangan masih menunggu adanya jaminan keamanan dari aparat.
Johannes meminta masyarakat Jila tetap tenang dan memastikan pemerintah daerah akan terus memperhatikan kebutuhan warga. "Kerja seperti biasa, keamanan sudah jalan, sehingga mudah-mudahan ini semua bisa terselesaikan dengan cepat," pungkasnya. Pemerintah Kabupaten Mimika berharap situasi segera kondusif sehingga pelayanan kesehatan, pendidikan, transportasi dan pembangunan di Jila dapat kembali berjalan normal. (Sandra)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....