Waspada Karhutla, DLHKP: 65 Persen Hutan Papua Tengah Konservasi dan Lindung
- 23 Agt 2026 20:17 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire - Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan dan Pertanahan (DLHKP) Provinsi Papua Tengah mengingatkan seluruh wilayah di Papua Tengah meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), seiring kondisi kemarau panjang dan menurunnya kadar air di wilayah tersebut.
Kepala DLHKP Provinsi Papua Tengah, Yan Richard Pugu, S.Hut., M.Si., mengatakan kondisi kering membuat bahan bakar yang berpotensi terbakar telah tersedia hampir merata di seluruh wilayah Papua Tengah. Karena itu, seluruh wilayah dinilai perlu diwaspadai terhadap potensi munculnya titik api.
"Bicara tentang kebakaran di Papua Tengah, kemarau panjang menyebabkan seluruh Papua Tengah dalam kondisi sebenarnya waspada kebakaran. Karena fengan penurunan kadar air itu berarti bahan bakar yang tersedia untuk terbakar itu hampir merata di seluruh Papua Tengah," ujarnya saat ditemui di Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah, Minggu 23 Agustus 2026.
Yan Richard menyebut sekitar 65 persen fungsi kawasan hutan di Papua Tengah merupakan kawasan konservasi dan hutan lindung. Kondisi tersebut membuat pencegahan karhutla menjadi penting, terutama ketika sejumlah hotspot terdeteksi di wilayah Papua Tengah.
“Kalau 65 persen posisi fungsi kawasan hutan di Papua Tengah itu kawasan konservasi dan hutan lindung. Sehingga dipastikan sudah ada kawasan lindung dan konservasi yang terdampak,” ungkap Yan Richard Pugu.
Namun, ia menegaskan informasi hotspot tetap perlu diverifikasi melalui pemeriksaan lapangan atau ground check untuk memastikan kondisi sebenarnya serta lokasi titik api.
“Karena hotspot sendiri itu harus ada ground check, sehingga kita pastikan bahwa itu adalah titik api, dalam artian itu benar-benar terjadi kebakaran,” katanya.
Menurut Yan Richard, penjelasan BMKG mengenai kondisi kemarau menunjukkan ancaman kebakaran tidak hanya berada pada lokasi tertentu.
Beberapa wilayah yang memiliki indikasi gambut, termasuk kawasan di sebelah timur Nabire, menjadi perhatian. Namun, kondisi bahan bakar yang semakin kering membuat seluruh wilayah Papua Tengah perlu meningkatkan kewaspadaan.
“Bicara tentang kebakaran di Papua Tengah, saya kira penjelasan dari BMKG sangat jelas bahwa kemarau panjang itu menyebabkan seluruh Papua Tengah ada dalam kondisi sebenarnya waspada kebakaran,” terangnya.
Ia menjelaskan, kebakaran dapat terjadi ketika terdapat bahan bakar, oksigen, serta pemicu berupa percikan atau panas. Saat ini, kondisi bahan bakar telah tersedia akibat menurunnya kadar air, sehingga faktor pemicu menjadi hal yang perlu diantisipasi.

Pencegahan Jadi Prioritas
DLHKP mendorong tindakan preventif dan peningkatan kesadaran masyarakat untuk mencegah terjadinya kebakaran.
Yan Richard juga meminta media massa berperan aktif menyampaikan informasi kepada masyarakat agar ikut mencegah aktivitas pembakaran yang dilakukan secara tidak bertanggung jawab.
“Kita berharap media berperan aktif untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat, agar mereka bisa menjadi agen untuk menghentikan segala kegiatan orang-orang yang tidak bertanggung jawab melakukan pembakaran," jelasnya.
Ia menambahkan, kondisi angin kencang dan kontur wilayah pegunungan juga dapat mempercepat peningkatan intensitas kebakaran. Karena itu, lokasi yang sulit dijangkau menjadi salah satu tantangan dalam penanganan karhutla.
Pemprov Siapkan Langkah Strategis
Pemerintah kabupaten, kata Yan Richard, akan melakukan inventarisasi kondisi serta langkah kedaruratan yang diperlukan di wilayah masing-masing.
Sementara pemerintah provinsi akan melakukan evaluasi kembali dan menyiapkan langkah strategis penanganan. Salah satu opsi yang kemungkinan dilakukan adalah pembentukan posko untuk mempercepat verifikasi informasi titik api di lapangan.
“Selanjutnya, di provinsi pimpinan sudah menjelaskan bahwa hari Rabu 26 Agustus nanti kita akan melihat kembali langkah-langkah strategis apa yang perlu diambil untuk penanganan selanjutnya,” kata Yan Richard Pugu.
Menurutnya, keberadaan posko nantinya dapat membantu memastikan setiap informasi mengenai titik api segera diperiksa oleh perwakilan di kabupaten, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat apabila kebakaran benar-benar terjadi.
DLHKP Papua Tengah mengingatkan kewaspadaan perlu ditingkatkan karena kondisi kering dapat membuat api lebih mudah menyebar, terlebih ketika didukung angin kencang. Masyarakat diharapkan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran serta segera melaporkan titik api kepada pihak terkait.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....