Piter Hubi Ajak Warga Nabire Cegah Karhutla Bersama

  • 23 Agt 2026 20:51 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID,Nabire - Ancaman kebakaran hutan dan lahan di tengah musim kemarau serta kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Nabire menjadi perhatian Kepala Suku Nayak/Jayawijaya Kabupaten Nabire, Piter Hubi.

Melalui kegiatan sosialisasi di Kampung Sanoba, Distrik Nabire, Sabtu 22 Agustus 2026, Piter mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dengan menghentikan kebiasaan membakar lahan dan sampah secara sembarangan.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kampung Sanoba mulai pukul 17.00 WIT itu dihadiri sekitar 25 warga. Selain menyampaikan pesan pencegahan kebakaran, Piter Hubi juga menyerahkan bantuan paket sembako kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian sosial.

Dalam arahannya, Piter menegaskan bahwa kondisi cuaca kering membuat api sangat mudah menyebar. Karena itu, masyarakat diminta tidak meremehkan sumber api, termasuk pembakaran sampah, pembukaan lahan dengan cara membakar hingga puntung rokok yang dibuang tanpa memastikan api benar-benar padam.

Menurutnya, kebakaran kecil dapat berkembang menjadi lebih besar apabila terjadi saat kondisi lingkungan kering dan angin cukup kuat.

“Saat ini kita melihat kondisi Nabire yang diselimuti kabut asap. Saya mengajak seluruh masyarakat agar tidak lagi membakar lahan maupun sampah sembarangan. Kita harus bersama-sama menjaga lingkungan,” ujar Piter Hubi.

Ia juga mengingatkan masyarakat yang merokok agar lebih berhati-hati saat membuang puntung rokok. Langkah sederhana memastikan api telah padam dinilai penting untuk mencegah munculnya titik api baru.

Selain persoalan kebakaran, Piter Hubi turut menyoroti musim kemarau yang telah berlangsung cukup lama di Kabupaten Nabire. Kondisi tersebut, kata dia, mulai berdampak terhadap ketersediaan air di sejumlah tempat.

Sebagian sumber air mengalami penurunan debit, bahkan masyarakat di beberapa wilayah mulai menghadapi kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.

Piter mengajak warga untuk saling membantu dan memperkuat kepedulian terhadap masyarakat yang mengalami keterbatasan akses air.

Menurutnya, musim kering yang berkepanjangan harus menjadi perhatian bersama karena dapat meningkatkan risiko kebakaran. Jika pembakaran terbuka terus dilakukan, api dapat dengan cepat menjalar dan memperparah kondisi kabut asap.

“Asap bukan hanya mengganggu aktivitas, tetapi juga dapat berdampak pada kondisi kesehatan masyarakat. Karena itu, pencegahan harus dimulai dari kesadaran kita sendiri,” katanya.

Piter berharap warga yang mengikuti sosialisasi tidak hanya memahami pesan yang disampaikan, tetapi juga meneruskannya kepada keluarga, tetangga dan masyarakat lainnya.

Ia menilai pencegahan kebakaran tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah atau petugas pemadam. Peran masyarakat menjadi bagian penting, terutama dalam menjaga lingkungan di sekitar tempat tinggal masing-masing.

“Apa yang kita dapatkan hari ini, mari disampaikan kembali kepada warga yang belum hadir. Jangan melakukan pembakaran liar dan mari kita bersama menjaga Nabire,” tegasnya.

Sebagai Kepala Suku Nayak/Jayawijaya Kabupaten Nabire, Piter juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat adat dalam mendukung upaya pemerintah menjaga lingkungan, keamanan dan ketertiban.

Ia mengajak seluruh warga Suku Nayak/Jayawijaya yang tinggal di Nabire untuk menjadi bagian dari solusi dalam menghadapi dampak kemarau dan ancaman karhutla.

Di sela kegiatan, Piter Hubi menyerahkan paket sembako kepada masyarakat yang hadir. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk perhatian sekaligus mempererat kebersamaan di tengah masyarakat.

Warga menyambut baik kegiatan tersebut karena selain menerima bantuan kebutuhan pokok, mereka juga mendapatkan pemahaman mengenai bahaya pembakaran liar dan pentingnya mencegah kebakaran sejak dini.

Piter kembali mengajak masyarakat menjaga udara Nabire agar tetap bersih dengan menghindari segala aktivitas yang dapat memicu munculnya titik api.

“Kita harus menjadi mitra pemerintah dan ikut mengambil bagian dalam menangani kondisi yang terjadi saat ini. Jangan melakukan pembakaran liar. Mari bersama menjaga lingkungan agar udara kembali bersih dan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman,” tuturnya.

Melalui sosialisasi ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya kebakaran hutan dan lahan semakin meningkat. Pencegahan sejak dari lingkungan terkecil dinilai menjadi langkah penting untuk mengurangi titik api, melindungi permukiman dan menjaga kualitas udara di Kabupaten Nabire selama musim kemarau.

Dengan kerja sama masyarakat, pemerintah, tokoh adat dan seluruh elemen terkait, upaya mencegah karhutla di Nabire diharapkan dapat berjalan lebih efektif demi lingkungan yang aman dan udara yang lebih bersih.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....