BPBD Papua Tengah Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Karhutla di Nabire

  • 22 Agt 2026 05:38 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Papua Tengah memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah, menyusul kondisi cuaca kering dan meningkatnya titik panas di Papua Tengah.

Upaya penanganan dilakukan melalui koordinasi lintas sektor, termasuk bersama BMKG dan BPBD Kabupaten Nabire. Penguatan sarana pemadaman dan dukungan mobil suplai air juga menjadi bagian dari langkah yang disiapkan untuk mempercepat respons di lapangan.

Kepala BPBD Papua Tengah, Jarius Agimbau, mengatakan penguatan sarana pemadaman menjadi salah satu perhatian dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran di sejumlah wilayah.

“Kalau tenaga kan cukup, tapi mobil pemadamannya kurang. Kalau bisa ke depan mohon tambah,” ujar Jarius saat menghadiri emergency meeting penanganan Karhutla di Kantor Gubernur Papua Tengah, Jumat 21 Agustus 2026.

Menurutnya, penambahan sarana pemadaman diharapkan dapat mendukung pembagian armada ketika terjadi kebakaran di sejumlah titik secara bersamaan.

BPBD Perkuat Koordinasi dan Dukungan Penanganan di Lapangan

Sekretaris BPBD Papua Tengah, Marthinus Rumbino, mengatakan pemetaan wilayah rawan telah dilakukan bersama BMKG sejak beberapa waktu lalu. Nabire menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian berdasarkan informasi mengenai potensi kekeringan dan kebakaran.

Marthinus mengatakan kondisi cuaca kering tidak hanya berpotensi meningkatkan risiko Karhutla, tetapi juga dapat berdampak terhadap ketersediaan pangan dan kesehatan masyarakat.

“Dari data BMKG itu memang Nabire menjadi salah satu daerah yang akan [berpotensi terdampak],” kata Marthinus.

Dalam penanganan dampak kekeringan, BPBD Papua Tengah juga bekerja sama dengan BPBD Kabupaten Nabire untuk menangani kebutuhan air bersih di sejumlah titik. Penanganan sementara dilakukan di empat wilayah, yakni Distrik Teluk Umar, Nabire, Nabire Barat dan Wanggar.

Untuk mendukung penanganan Karhutla, BPBD Papua Tengah juga mengharapkan dukungan dari berbagai pihak yang memiliki mobil tangki untuk membantu penyediaan air di lokasi kebakaran.

Marthinus menjelaskan, jarak antara lokasi kebakaran dengan sumber air yang cukup jauh menjadi salah satu tantangan dalam proses penanganan. Karena itu, dukungan sarana suplai air dinilai dapat membantu mempercepat proses pemadaman.

Selain penguatan sarana, BPBD Papua Tengah mendorong edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah api meluas, terutama dalam kondisi cuaca yang kering.

BMKG Dorong Kewaspadaan di Tengah Kondisi Cuaca Kering

Kepala BMKG Nabire, Husein Kamadi, mengingatkan kondisi El Nino dan rendahnya curah hujan turut meningkatkan risiko terjadinya Karhutla di Papua Tengah.

Berdasarkan data BMKG, pada 20 Agustus 2026 tercatat 224 titik hotspot di wilayah Provinsi Papua Tengah. Sebanyak 22 titik berada dalam kategori rendah, 196 titik kategori sedang dan enam titik kategori tinggi.

Sementara itu, dalam periode 10 hingga 19 Agustus 2026, BMKG mencatat 113 titik hotspot di Kabupaten Nabire. Rinciannya satu titik kategori rendah, 109 titik kategori sedang dan tiga titik kategori tinggi.

Husein mengatakan hasil prediksi menunjukkan El Nino masih berpotensi kuat, dengan puncak tertinggi diperkirakan terjadi pada periode September hingga November. Kondisi tersebut membuat kewaspadaan perlu terus ditingkatkan.

“Ini prediksi El Nino yang kuat, dan puncaknya El Nino tertinggi itu terjadi pada periode September, Oktober, November. Artinya, di periode ini perlu kita meningkatkan kewaspadaan,” kata Husein.

BPBD Papua Tengah bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait terus mendorong langkah pencegahan dan penanganan secara terpadu. Masyarakat juga diimbau tidak membakar sampah sembarangan maupun membuka lahan dengan cara membakar, serta segera melaporkan titik api agar dapat ditindaklanjuti.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....