Dinkes Papua Tengah Imbau Warga Waspadai Risiko ISPA Akibat Asap
- 21 Agt 2026 21:35 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire - Dinas Kesehatan Papua Tengah mencatat adanya tren kenaikan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah peningkatan debu dan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah.
Meski kenaikan kasus ISPA tersebut belum tergolong signifikan, Pemerintah Provinsi Papua Tengah meningkatkan pemantauan kesehatan masyarakat dan kualitas udara. Dinas Kesehatan juga menyiapkan masker, obat-obatan hingga armada ambulans untuk mengantisipasi dampak kesehatan akibat paparan asap.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Papua Tengah, dr. Agus, mengatakan peningkatan debu dan asap mulai menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi kondisi kesehatan masyarakat.
“Memang menunjukkan ada tren kenaikan kasus ISPA di Papua Tengah, meski saat ini belum tergolong signifikan,” ujarnya dalam emergency meeting penanganan Karhutla yang digelar Pemerintah Provinsi Papua Tengah di Nabire, Jumat 21 Agustus 2026.
Ia mengatakan pemantauan kasus ISPA dan kualitas udara akan terus dilakukan untuk mengetahui perkembangan kondisi kesehatan masyarakat.
Untuk mendukung perlindungan masyarakat, Dinas Kesehatan Papua Tengah menyiapkan sekitar 60 ribu masker tiga lapis. Masker tersebut akan didistribusikan secara rutin sebanyak 1.000 masker per hari di sejumlah ruang publik dan fasilitas umum.
“Untuk distribusi, kita akan mulai rutin harian untuk pembagian, dialokasikan sebanyak 1.000 masker per hari di beberapa titik ruang publik dan fasilitas umum,” kata Agus.
Selain masker, ketersediaan obat batuk dan vitamin dipastikan aman di instalasi farmasi provinsi. Dinas Kesehatan juga menyiapkan armada ambulans lintas sektor untuk mendukung respons cepat apabila terjadi kondisi darurat, termasuk gangguan pernapasan akut.
Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, memperbanyak konsumsi air putih, serta tidak membakar sampah sembarangan.
Warga juga diminta segera mendatangi puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami batuk pilek lebih dari tiga hari, demam tinggi, napas cepat atau sesak.
CFD Nabire Tetap Digelar, Pekan Depan Dievaluasi
Sementara itu, pelaksanaan Car Free Day (CFD) di Nabire pada Sabtu, 22 Agustus 2026, tetap berlangsung. Menurut keterangan dr. Agus, keputusan tersebut diambil karena pembatalan dinilai sudah terlambat dan para pedagang telah mempersiapkan dagangannya.

Meski demikian, pelaksanaan CFD pada pekan berikutnya akan dievaluasi dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi kualitas udara serta kesehatan masyarakat.
Pada pelaksanaan CFD, Dinas Kesehatan juga akan melakukan promosi kesehatan dan membagikan masker gratis kepada masyarakat.
BMKG Ingatkan Puncak El Nino dan Risiko Karhutla
Di sisi lain, Kepala BMKG Nabire, Husein Kamadi, mengingatkan kondisi El Nino dan rendahnya curah hujan turut meningkatkan risiko terjadinya Karhutla di Papua Tengah.
Husein mengatakan hasil prediksi menunjukkan El Nino masih berpotensi kuat, dengan puncak tertinggi diperkirakan terjadi pada periode September hingga November. Kondisi tersebut membuat kewaspadaan terhadap potensi kebakaran perlu ditingkatkan.
“Ini prediksi El Nino yang kuat, dan puncaknya El Nino tertinggi itu terjadi pada periode September, Oktober, November. Artinya, di periode ini perlu kita meningkatkan kewaspadaan,” kata Husein.
Berdasarkan data BMKG, pada 20 Agustus 2026 tercatat 224 titik hotspot di wilayah Provinsi Papua Tengah. Sebanyak 22 titik berada dalam kategori rendah, 196 titik kategori sedang dan enam titik kategori tinggi.
Sementara itu, dalam periode 10 hingga 19 Agustus 2026, BMKG mencatat 113 titik hotspot di Kabupaten Nabire. Rinciannya satu titik kategori rendah, 109 titik kategori sedang dan tiga titik kategori tinggi.
Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah karena periode Agustus hingga September dipandang sebagai masa dengan risiko kebakaran yang tinggi akibat kondisi kering dan rendahnya curah hujan.
Pemerintah Provinsi Papua Tengah mengimbau masyarakat tidak membakar sampah sembarangan maupun membuka lahan dengan cara membakar. Masyarakat juga diminta segera melaporkan keberadaan titik api kepada posko BPBD agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....