Dinkes hingga Tokoh Masyarakat Kaji Lokasi RSUD Papua Tengah
- 07 Sep 2026 17:33 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua Tengah menggelar presentasi Laporan Awal Dokumen Studi Kelayakan (Feasibility Study) Rencana Lokasi Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Papua Tengah. Kegiatan penting ini berlangsung di Aula Hotel Mahavira 2 Nabire pada Senin (7/9/2026).
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, dr. Agus, M.Kes., Sp.KKLP., menjelaskan bahwa penyusunan dokumen kelayakan ini masih berada pada tahap awal sebelum dilanjutkan ke tahap berikutnya.
"Ini masih di tahap pertama. Nanti akan ada laporan antara dan laporan akhir. Pada laporan akhir itulah baru ada kesimpulan apakah lokasi ini layak atau tidak layak untuk dibangun rumah sakit," ujar dr. Agus.
Ia menambahkan, jika hasil kajian akhir menyatakan layak, dokumen tersebut akan menentukan kapasitas RSUD, jumlah tempat tidur, hingga fasilitas pelayanan prioritas. Pembangunan RSUD Provinsi Papua Tengah ini rencananya dilaksanakan secara bertahap (2 hingga 3 tahap) sesuai hasil kajian.
Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh berbagai instansi lintas sektor seperti BPN/Pertanahan, Dinas PU, DPMPTSP, Dinas Lingkungan Hidup, hingga tokoh masyarakat setempat.
Dukungan dan masukan juga disampaikan oleh Tokoh Masyarakat sekaligus Kepala Suku setempat, Aten Kobogau. Ia menegaskan bahwa pihak masyarakat adat dan dua kepala kampung di lokasi SP3 siap mendukung serta memfasilitasi kelancaran proses pembangunan tersebut.
"Kami tuan rumah di sana, dua kepala kampung dan masyarakat siap menyambut. Mengenai status lokasi tanah, sudah ada pelepasan dan masih di bawah kewenangan kami. Kami berharap dinas-dinas terkait seperti PU dan Perizinan bisa turun bersama kami ke lapangan untuk meninjau langsung akses jalan dan kelayakan lokasi," tegas Aten Kobogau.
Aten juga menambahkan bahwa rencana penentuan lokasi RSUD ini hendaknya terus dikawal melalui ruang diskusi berkala agar sesuai dengan prosedur pertanahan dan aturan yang berlaku.
Menanggapi hal tersebut, dr. Agus mengapresiasi seluruh masukan dari instansi teknis maupun tokoh adat. Ia menegaskan bahwa aspek aksesibilitas, tata ruang (RTRW), serta kepastian status lahan menjadi perhatian utama dalam studi kelayakan ini.
"Mendapatkan titik lokasi ini bukan hal yang gampang. Kami mengucapkan terima kasih kepada Ondoafi, kepala suku, serta pemilik ulayat yang telah menyediakan lahan demi menghadirkan layanan kesehatan yang menjadi kerinduan dan kebutuhan masyarakat saat ini," pungkas dr. Agus.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....