Kapiraya Diproyeksikan Jadi Kawasan Kota yang Terintegrasi dan Berkelanjutan.

  • 21 Agt 2026 20:02 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Mimika - Pemerintah Kabupaten Mimika bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang serta PT Arina Adicipta Konsultan menggelar Seminar Pendahuluan Perencanaan Kota Kapiraya Kabupaten Mimika, di Hotel Horison Diana, Jumat 21 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut menjadi tahapan awal dalam penyusunan perencanaan kawasan perkotaan Kapiraya yang diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan wilayah secara terarah, terpadu, dan berkelanjutan.

Narasumber dari PT Arina Adicipta, Sulaiman Asiri, mengatakan seminar pendahuluan merupakan diskusi yang dilakukan secara sistematis dan terarah untuk membahas suatu persoalan tertentu.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi tahap penyamaan persepsi sekaligus proses pengumpulan data dan informasi secara sistematis melalui diskusi, sehingga dapat menghasilkan perencanaan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan wilayah.

Sulaiman menjelaskan, tujuan penataan ruang adalah mewujudkan wilayah yang aman, nyaman, produktif, dan berkelanjutan dengan mengoptimalkan pengelolaan sumber daya alam, pengembangan sumber daya buatan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Penataan ruang harus berlandaskan pada prinsip pembangunan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan, sehingga pengembangan wilayah tetap memperhatikan keseimbangan antara kebutuhan pembangunan dan kelestarian lingkungan,” ujar Sulaiman.

Ia menyampaikan, perencanaan Kota Kapiraya diarahkan untuk mewujudkan tata ruang yang teratur, mengoptimalkan potensi ekonomi lokal, menyusun rencana infrastruktur yang terintegrasi, meningkatkan resiliensi kawasan, memberikan kepastian hukum dalam pemanfaatan lahan, serta memperkuat identitas lokal.

Kebijakan pengembangan kawasan akan diarahkan pada pembangunan sarana dan prasarana, penguatan ekonomi berbasis sumber daya alam dan pariwisata, pengelolaan kawasan berkelanjutan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan fungsi pertanahan dan keamanan.

Strategi yang disiapkan mencakup pengembangan transportasi darat, laut, dan udara, sarana pembangkit energi, irigasi, pos, telekomunikasi dan informasi, air bersih, permukiman, serta fasilitas pelayanan publik. Selain itu, turut disiapkan skema kerja sama antardaerah untuk mendukung pengembangan kawasan.

Sasaran perencanaan meliputi identifikasi kondisi eksisting dari aspek fisik, sosial, ekonomi, dan infrastruktur melalui survei lapangan yang akurat. Selanjutnya akan dilakukan analisis keruangan dan proyeksi kebutuhan ruang untuk 20 tahun ke depan, termasuk penyusunan konsep zonasi dan urban design guideline atau panduan rancang kota.

Lokasi perencanaan Kota Kapiraya berada di Distrik Mimika Barat Tengah, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, dengan usulan delineasi kawasan seluas 3.283,20 hektare. Perencanaan tersebut juga mengacu pada sejumlah regulasi, termasuk Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang dan Peraturan Pemerintah Nomor 59 Tahun 2022 tentang Perkotaan.

Dari aspek sosial budaya, masyarakat Mimika Barat Tengah berada dalam lingkungan kebudayaan Suku Kamoro dengan karakter wilayah pesisir, sungai, rawa, dan hutan sagu. Kehidupan masyarakat yang tersebar di sejumlah kampung sangat dipengaruhi kondisi geografis dan hubungan kekerabatan. Kawasan ini juga memiliki warisan budaya berupa adat taparu, seni ukir Kamoro atau maramowe, upacara Karapao, dan tarian tradisional Kamoro yang diharapkan tetap menjadi bagian penting dalam pengembangan Kota Kapiraya.(Sandra)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....