Smart City Mimika Masuki Tahap Integrasi Data dan Layanan Digital
- 09 Jul 2026 11:11 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID,Mimika - Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Komunikasi dan Informatika menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema perubahan dan pengembangan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mimika di Hotel Horison Ultima Timika, Rabu (8/7/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Asisten Deputi Koordinasi Penerapan Transformasi Digital Pemerintah sekaligus Plt. Kepala Biro Komunikasi Kementerian PANRB Muhammad Averus, Ketua DPRK Mimika Primus Natikapereyau, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Yan Slamet Purba, serta pimpinan OPD.
Bupati Mimika Johannes Rettob mengatakan FGD tersebut merupakan bagian dari Rapat Dewan Smart City yang rutin dilaksanakan setiap tiga bulan untuk mengevaluasi sekaligus menetapkan kebijakan strategis dalam pengembangan Smart City dan pemerintah digital di Kabupaten Mimika.
"Kalau hanya FGD saya tidak datang. Tapi kalau ini rapat Dewan Smart City, maka saya datang karena saya Ketua Dewannya. FGD hari ini hanya salah satu bagian dari rapat untuk memutuskan langkah-langkah strategis menuju pemerintah digital," kata Johannes Rettob.

Menurutnya, capaian Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Kabupaten Mimika masih perlu ditingkatkan karena nilainya belum mencapai target yang diharapkan. Oleh sebab itu, seluruh perangkat daerah diminta memperkuat komitmen dalam menjalankan transformasi digital secara menyeluruh.
"Nilai SPBE kita masih berada di bawah tiga, sekitar 2,5. Artinya kita belum maksimal. Saya berharap melalui rapat ini kita mengambil keputusan yang benar agar penerapan SPBE di Kabupaten Mimika bisa semakin baik," ujarnya.
Johannes Rettob menegaskan bahwa pemerintah digital bukan hanya soal membangun aplikasi baru, tetapi mengubah pola kerja seluruh organisasi perangkat daerah agar tidak lagi berjalan sendiri-sendiri. Ia mendorong seluruh OPD menerapkan konsep satu arsitektur, satu data, layanan terintegrasi, serta penggunaan platform dan infrastruktur digital secara bersama.
"Yang berubah bukan sekadar aplikasinya, tetapi paradigma setiap OPD. Kita tidak lagi membangun aplikasi sendiri-sendiri, melainkan satu arsitektur, satu data, layanan terintegrasi, serta platform dan infrastruktur yang dipakai bersama," tegasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa tahun ini Pemerintah Kabupaten Mimika tengah mengintegrasikan seluruh data pemerintahan ke dalam sistem Mimika Center yang nantinya dapat diakses secara real time melalui perangkat seluler. Sistem tersebut diharapkan mampu meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pelayanan kepada masyarakat.
"Target kami tahun ini satu data Kabupaten Mimika sudah selesai dan bisa diakses melalui mobile apps. Semua data Kabupaten Mimika akan terlihat secara real time sehingga pemerintah menjadi lebih akuntabel dan transparan," katanya.

Selain integrasi data, Bupati meminta seluruh perangkat daerah segera menerapkan tanda tangan elektronik secara menyeluruh dan meninggalkan penggunaan tanda tangan manual. Ia juga mengingatkan pentingnya menghilangkan ego sektoral agar seluruh sistem pelayanan pemerintah dapat saling terhubung.
"Saya minta seluruh OPD menuntaskan penerapan tanda tangan elektronik. Tidak ada lagi tanda tangan basah. Jangan ada lagi ego sektoral antar-OPD. Yang kita butuhkan adalah komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi," tegasnya.
Menutup sambutannya, Johannes Rettob menekankan bahwa keberhasilan Smart City tidak diukur dari banyaknya aplikasi yang dimiliki pemerintah, melainkan dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat melalui pelayanan publik yang lebih cepat, transparan, dan terintegrasi. Setelah itu, ia secara resmi membuka Rapat Dewan Smart City yang ditandai dengan pemukulan tifa.(Sandra)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....