Kolaborasi PTFI dan Pemkab Mimika Perkuat Gerakan Peduli Alam di Hari Lingkungan

  • 05 Jun 2026 19:09 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Mimika – PT Freeport Indonesia (PTFI) bersama Pemerintah Kabupaten Mimika menggelar peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Eme Neme Yauware, Jumat 05 juni 2026. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, mulai 5 hingga 6 Juni 2026 ini menghadirkan berbagai aksi edukatif dan lingkungan yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, pelajar, komunitas, serta masyarakat umum.

Berbagai kegiatan digelar dalam rangkaian peringatan tersebut, di antaranya Lomba fun run 7k, lomba housekeeping antar departemen, pemilahan sampah, seminar edukatif, penanaman mangrove, workshop kesadaran lingkungan, donor darah, kuis cerdas lingkungan, pameran pelajar, hingga aksi bersih pesisir dan kampung.

Seluruh kegiatan dirancang selaras dengan tema global Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang berfokus pada aksi iklim dengan tema nasional “Bekerja untuk Iklim”, serta tema perusahaan “Be the Solution, Not the Pollution, Recycle and Conserve.”

Ketua Panitia, Ramlili, dalam laporannya menyampaikan bahwa berbagai kegiatan lingkungan telah dilaksanakan sejak Mei 2026. Salah satunya adalah aksi bersih kampung dan program tukar sampah yang dilaksanakan di sejumlah wilayah dan kampung di Mimika.

Menurutnya, dari kegiatan tersebut berhasil dikumpulkan sebanyak 11,88 ton sampah yang kemudian disalurkan ke Bank Sampah Induk untuk didaur ulang menjadi produk yang bernilai ekonomis.

Selain itu, panitia juga melaksanakan program edukasi lingkungan di sekolah melalui sosialisasi pembatasan penggunaan sampah plastik dengan membagikan tumbler kepada siswa serta melakukan aksi bersih kali di kawasan Kuala Kencana.

“Pada kegiatan bersih kali di RT 3 dan RT 4 Kuala Kencana, kami berhasil mengangkat sekitar 7,4 ton sampah sehingga aliran sungai kembali berfungsi sebagaimana mestinya,” ujar Ramlili.

Sementara itu, Direktur sekaligus Executive Vice President Sustainable Development PT Freeport Indonesia, Claus Wamafma, mengatakan peringatan Hari Lingkungan Hidup bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk memperkuat kolaborasi seluruh pihak dalam menjaga lingkungan.

Menurut Claus, PTFI bersama Pemerintah Kabupaten Mimika telah beberapa tahun terakhir berkolaborasi menyelenggarakan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia sebagai bentuk komitmen bersama terhadap pelestarian lingkungan.

Ia menjelaskan bahwa PTFI saat ini tengah mengembangkan program pengelolaan sampah melalui inisiatif Zero Waste di kawasan pemukiman Kuala Kencana. Program tersebut bertujuan mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir melalui penerapan prinsip 3R, yakni reduce, reuse, dan recycle.

“Setiap individu dapat menjadi bagian dari solusi melalui langkah sederhana seperti mengurangi penggunaan sampah, memilah sampah dengan benar, menggunakan kembali, dan mendaur ulang,” kata Claus.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Mimika, Johannes Rettob, di temani oleh wakil bupati mimika Emanuel Kemong, mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan peringatan Hari Lingkungan Hidup sebagai momentum membangun kesadaran bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Ia menegaskan bahwa kegiatan lingkungan tidak boleh berhenti pada seremoni semata, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang berkelanjutan.

“Kita harus memiliki komitmen bersama untuk menjaga lingkungan hidup. Jangan hanya memperingati setiap tahun, tetapi setelah itu dilupakan. Kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan harus terus ditingkatkan,” ujar Johannes.

Bupati juga mengapresiasi berbagai upaya yang telah dilakukan, termasuk pembentukan bank sampah dan penerapan kebijakan pembatasan penggunaan plastik sekali pakai. Namun demikian, ia mengakui masih diperlukan pengawasan dan edukasi yang lebih intensif kepada masyarakat terkait pengelolaan sampah.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Mimika telah mencanangkan program Mimika ASRI (Aman, Sehat, Rapi, Indah) yang bertujuan mendorong partisipasi seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan.

Melalui pameran lingkungan hidup yang berlangsung hingga 6 Juni 2026, pemerintah berharap masyarakat dapat melihat berbagai inovasi, edukasi, serta kreativitas dalam pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Mimika ditutup dengan ajakan kepada seluruh masyarakat untuk terus memperkuat budaya peduli lingkungan demi mewujudkan Mimika yang bersih, sehat, dan lestari bagi generasi mendatang.(Sandra)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....