Bupati Mimika Beri Tenggat OPD Segerah Lengkapi LAKIP
- 11 Feb 2026 13:15 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID,MIMIKA – Bupati Mimika Johannes Rettob kembali menegaskan pentingnya disiplin, akuntabilitas, dan kejujuran dalam pelaksanaan tugas Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mimika. Penegasan tersebut disampaikan saat memimpin apel pagi yang dilaksanakan di halaman Kantor Bupati Mimika, SP3, Senin 9 Februari 2026.
Upacara Bendera yang juga dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta seluruh ASN di lingkup Pemerintah Kabupaten Mimika. Dalam kesempatan itu, Bupati Mimika Johannes Rettob menyampaikan evaluasi menyeluruh terkait kinerja OPD, khususnya dalam penyampaian Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) dan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP).
Bupati Johannes Rettob mengungkapkan bahwa hingga dua minggu setelah surat resmi terkait penyampaian LAKIP diedarkan, tingkat kepatuhan OPD masih sangat rendah. Dari total 58 OPD yang ada di Kabupaten Mimika, baru 11 OPD yang menyerahkan laporan LAKIP sesuai ketentuan.
“Kita sudah dua minggu menyurati OPD terkait LAKIP, tapi dari 58 OPD, baru 11 yang melapor. Ini sangat memprihatinkan. Saya beri waktu tiga sampai empat hari ke depan untuk segera diselesaikan,” tegas Bupati.
Ia menekankan bahwa keterlambatan dan ketidakpatuhan terhadap aturan akan menjadi catatan penting dalam penilaian pimpinan OPD. Bahkan, Bupati tidak segan mengambil langkah tegas terhadap kepala OPD yang dinilai tidak mau mengikuti aturan dan tidak menunjukkan komitmen kerja.
“Kita mau kerja cepat dan tertib. Kalau kepala OPD tidak mau mengikuti aturan, maka akan kita ganti. Ini serius,” ujarnya dengan nada tegas.
Selain LAKIP, Bupati Mimika juga memberikan perhatian khusus terhadap penyusunan dan penilaian SKP. Ia menegaskan bahwa SKP merupakan instrumen utama dalam mengukur kinerja ASN, sehingga proses penyusunan dan penilaiannya harus dilakukan secara objektif, berjenjang, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Menurut Bupati, ke depan tidak boleh lagi ada pimpinan OPD yang menyusun SKP secara sepihak, lalu langsung meminta tanda tangan tanpa melalui proses evaluasi yang benar.
“SKP dan LAKIP jangan disusun sendiri lalu langsung datang minta tanda tangan. Tidak ada lagi seperti itu. Kalian boleh susun sampai matriks terakhir, tapi penilaian dilakukan oleh Wakil Bupati dan saya yang tanda tangan,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya kejujuran dalam pelaporan kinerja. Setiap capaian yang dilaporkan harus disertai bukti nyata, bukan sekadar angka atau persentase di atas kertas.
“Kalau laporannya bilang ada 10 dokumen yang selesai, maka harus ada 10 dokumen sebagai bukti. Jangan bilang 100 persen selesai, tapi kenyataannya tidak ada. Ini tidak boleh terjadi lagi,” tegasnya.
Bupati Johannes Rettob turut menyoroti masih adanya ASN yang tidak disiplin dalam menjalankan tugas, seperti jarang masuk kantor namun melaporkan hasil kerja yang tinggi. Menurutnya, praktik seperti ini tidak dapat ditoleransi dan harus dihentikan.
“Tidak boleh lagi ada ASN yang jarang masuk kantor, sering tidak terlihat, tapi hasil laporannya di atas ekspektasi. Ini tidak masuk akal dan tidak boleh terulang,” katanya.
Lebih lanjut, Bupati menyampaikan bahwa mulai tahun ini, evaluasi kinerja ASN melalui SKP akan dilakukan secara elektronik. Setiap ASN diwajibkan mengisi aktivitas kerja harian sebagai bagian dari sistem penilaian kinerja berbasis digital.
“Mulai tahun ini, evaluasi kinerja dilakukan secara elektronik. Setiap hari bapak ibu harus mengisi kegiatan. Kalau tidak ada kegiatan yang diisi, maka kinerjanya juga akan dinilai demikian,” jelasnya.
Kebijakan ini, menurut Bupati, merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta profesionalisme ASN dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Meski menyampaikan banyak catatan dan penegasan, Bupati Mimika tetap memberikan apresiasi kepada ASN yang menunjukkan semangat kerja dan komitmen untuk berubah ke arah yang lebih baik.
“Saya melihat semangat yang luar biasa. Ini bukti bahwa kita punya niat untuk menjadi lebih baik. Dengan semangat ini, saya berharap kita semua bisa menjadi pelayan masyarakat yang benar-benar bekerja dengan hati dan tanggung jawab,” tutup Bupati. (SAN)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....