2,3 Juta Kasus Kanker Berasal dari Infeksi yang Seharusnya Bisa Dihindari
- 30 Sep 2026 19:45 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire - Sebanyak 2,3 juta kasus kanker baru di dunia pada 2024 atau sekitar 12 persen dari seluruh kasus kanker diperkirakan berkaitan dengan infeksi. Temuan terbaru Badan Internasional untuk Penelitian Kanker atau IARC, bagian dari WHO, menunjukkan bahwa sebagian besar kanker yang berkaitan dengan infeksi tersebut sebenarnya memiliki peluang untuk dicegah melalui vaksinasi, pengobatan infeksi, dan deteksi dini.
Laporan yang dipublikasikan dalam The Lancet Oncology pada 28 September 2026 tersebut menjadi gambaran terbaru mengenai hubungan antara infeksi dan kanker secara global. Penelitian mencakup lebih banyak agen infeksi serta jenis kanker dibandingkan analisis sebelumnya.
Lima Infeksi Menjadi Penyebab Utama
Dari jutaan kasus tersebut, beberapa infeksi memberikan kontribusi terbesar. Helicobacter pylori (H. pylori) menjadi salah satu penyebab utama, terutama berkaitan dengan kanker lambung. Sementara itu, human papillomavirus (HPV) berhubungan dengan kanker serviks serta sejumlah kanker lainnya.
Selain itu terdapat virus hepatitis B (HBV) dan hepatitis C (HCV) yang dapat menyebabkan kanker hati, serta Epstein-Barr virus (EBV) yang berkaitan dengan beberapa jenis kanker. Data penelitian menunjukkan kelima kelompok infeksi tersebut menyumbang sebagian besar beban kanker yang terkait dengan infeksi.
Mengapa Infeksi Bisa Menyebabkan Kanker?
Tidak semua orang yang mengalami infeksi tersebut akan terkena kanker. Namun, infeksi tertentu yang berlangsung lama dapat menyebabkan perubahan pada sel, peradangan kronis, atau gangguan terhadap sistem kekebalan tubuh yang pada akhirnya meningkatkan risiko terbentuknya kanker.
Karena itu, pencegahan infeksi menjadi bagian penting dari upaya pencegahan kanker.
Ada yang Bisa Dicegah dengan Vaksin
Salah satu langkah pencegahan yang tersedia adalah vaksinasi HPV dan hepatitis B. Vaksinasi dapat membantu mencegah infeksi yang berhubungan dengan beberapa jenis kanker.
Untuk HPV, pencegahan juga dilengkapi dengan skrining kanker serviks untuk menemukan perubahan prakanker sebelum berkembang menjadi kanker. Sementara infeksi seperti hepatitis C dan H. pylori dapat ditangani dengan terapi yang sesuai.
IARC menilai bahwa vaksinasi, diagnosis dan pengobatan infeksi, serta skrining lesi prakanker merupakan berbagai strategi yang dapat digunakan untuk mengurangi kanker yang disebabkan oleh infeksi.
Pencegahan Membutuhkan Akses Kesehatan
Meski berbagai metode pencegahan sudah tersedia, pelaksanaannya belum merata. Beban kanker yang berkaitan dengan infeksi lebih besar di sejumlah negara berpendapatan rendah dan menengah, sehingga akses terhadap vaksin, pemeriksaan, diagnosis, dan pengobatan menjadi faktor penting.
Data ini sekaligus menunjukkan bahwa pencegahan kanker tidak hanya berkaitan dengan pola hidup, tetapi juga dengan pengendalian penyakit infeksi.
Dengan memperluas cakupan vaksinasi, meningkatkan pemeriksaan kesehatan, menemukan dan mengobati infeksi lebih awal, serta memperkuat edukasi masyarakat, sebagian kanker yang berkaitan dengan infeksi berpotensi dicegah.
Angka 2,3 juta menjadi pengingat bahwa pencegahan kanker dapat dimulai jauh sebelum sel kanker terbentuk—yakni dengan mencegah dan menangani infeksi yang diketahui memiliki hubungan dengan kanker.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....