Influenza A Berpotensi Berkembang Jadi Pneumonia, Dokter Minta Waspada
- 30 Sep 2026 19:44 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire - Infeksi Influenza A tidak selalu berhenti sebagai batuk, pilek, dan demam. Dokter mengingatkan bahwa infeksi tersebut dapat berkembang menjadi komplikasi serius, termasuk pneumonia atau radang paru-paru, terutama pada kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi.
Peringatan ini muncul di tengah meningkatnya aktivitas influenza di Indonesia. Kementerian Kesehatan RI mencatat aktivitas influenza berada pada kategori medium berdasarkan surveilans hingga minggu ke-38 tahun 2026. Pada periode tersebut, Influenza A H1N1pdm09 menjadi virus yang dominan dalam pemeriksaan sentinel.
Mengapa Influenza A Bisa Memicu Pneumonia?
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Penyakit Tropik dan Infeksi, dr. Joyce Bratanata, Sp.PD, Subsp.PTI (K), FINASIM, menjelaskan bahwa infeksi influenza dapat melemahkan pertahanan tubuh dan merusak mekanisme perlindungan saluran pernapasan.
Kondisi tersebut dapat membuka peluang bagi bakteri yang sebelumnya berada di saluran pernapasan untuk masuk lebih dalam hingga ke paru-paru dan menyebabkan pneumonia.
CDC juga menjelaskan bahwa influenza dapat menyebabkan pneumonia akibat virus influenza maupun pneumonia bakteri sekunder. Komplikasi berat dapat berkembang menjadi gagal napas, sepsis, hingga gangguan pada berbagai organ.
Kenali Gejalanya
Gejala influenza umumnya muncul secara tiba-tiba, antara lain demam atau menggigil, batuk, sakit tenggorokan, pilek atau hidung tersumbat, nyeri tubuh, sakit kepala, serta kelelahan. Namun, tidak semua penderita influenza mengalami demam.
Masyarakat perlu lebih waspada ketika gejala tidak membaik. Joyce menyarankan pemeriksaan medis apabila batuk dan pilek berlangsung sekitar tiga hari disertai demam, tanpa harus menunggu sampai muncul sesak napas.
Sementara itu, sesak atau kesulitan bernapas, nyeri atau tekanan di dada, kebingungan, kelemahan berat, serta kondisi yang sempat membaik tetapi kemudian kembali memburuk merupakan tanda yang membutuhkan perhatian medis segera.
Kelompok yang Perlu Lebih Berhati-hati
Risiko komplikasi influenza lebih tinggi pada anak kecil, lansia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit penyerta seperti diabetes, penyakit jantung, asma, dan penyakit paru kronis. Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang melemah juga perlu mendapat perhatian lebih.
Karena itu, masyarakat dianjurkan tidak melakukan diagnosis sendiri hanya berdasarkan gejala. Pemeriksaan seperti tes antigen influenza atau panel PCR dapat digunakan dokter bila diperlukan untuk membantu menentukan penyebab infeksi dan penanganan yang sesuai.
Pencegahan Tetap Penting
Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat tetap waspada tanpa panik. Langkah sederhana seperti menggunakan masker ketika sakit atau berada di tempat ramai, menerapkan etika batuk dan bersin, mencuci tangan, serta segera memeriksakan diri ketika kondisi memburuk dapat membantu mengurangi risiko penularan.
Vaksinasi influenza tahunan juga menjadi salah satu upaya perlindungan terhadap influenza dan komplikasinya. CDC menyebut vaksin influenza dapat menurunkan risiko terkena flu serta komplikasi serius.
Influenza A memang sering dianggap sebagai penyakit ringan, tetapi komplikasinya tidak boleh diabaikan. Mengenali tanda bahaya dan mendapatkan pemeriksaan sejak dini menjadi langkah penting agar infeksi tidak berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....