Kasus DBD Menurun, Upaya Pencegahan Malaria dan ISPA di Timika Diperluas

  • 09 Apr 2026 15:11 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Miimika — Kepala Puskesmas Timika, dr. Moses Untung, menyampaikan bahwa pola penyakit di wilayah kerjanya hingga Maret 2026 masih relatif sama dengan tahun sebelumnya. Ia menegaskan belum ditemukan adanya peningkatan ekstrem kasus penyakit maupun kejadian yang berpotensi menjadi wabah.

Menurutnya, kondisi ini berbeda dengan tahun 2025 lalu yang sempat diwarnai dengan kasus campak. Namun secara umum, tren penyakit di tahun ini masih dalam batas terkendali.

“Kasus tertinggi yang ditangani hingga bulan Maret ini masih didominasi oleh malaria, disusul Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA),” ujarnya.Pada hari kamis 9 april 2026.

Ia menjelaskan bahwa tingginya kasus malaria dan ISPA tidak hanya dipengaruhi faktor kesehatan semata, tetapi juga sangat berkaitan dengan kondisi lingkungan serta perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kesehatan.

Dalam upaya pengendalian penyakit, pihak Puskesmas telah melakukan berbagai langkah sejak awal tahun 2026. Kegiatan diawali dengan edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan malaria, demam berdarah, serta pentingnya menjaga lingkungan tetap bersih.

Selain itu, upaya pengendalian vektor juga rutin dilakukan setiap bulan melalui survei jentik di berbagai lokasi yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk. Jika ditemukan jentik, petugas langsung memberikan larvasida (Abate) untuk membasmi.

Puskesmas Timika juga telah melakukan fogging atau pengasapan di sejumlah fasilitas umum seperti sekolah, kantor, dan tempat ibadah yang mengajukan permintaan. Langkah ini diambil sebagai upaya menekan penyebaran penyakit, khususnya demam berdarah.

Upaya tersebut terbukti efektif. Data menunjukkan bahwa kasus demam berdarah di wilayah kerja Puskesmas mengalami penurunan signifikan, dari sekitar 250 kasus pada tahun 2024 menjadi hanya sekitar 23 kasus pada tahun 2025.

Sementara itu, hingga Maret 2026 tercatat terdapat enam kasus demam berdarah. Meski demikian, dr. Moses mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada mengingat kondisi cuaca saat ini yang cenderung ekstrem, dengan suhu panas tinggi yang disertai curah hujan tinggi.

“Kondisi ini sangat berpotensi meningkatkan perkembangbiakan nyamuk. Bahkan dalam suhu dan kelembaban tinggi, nyamuk menjadi lebih agresif,” jelasnya.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga kebersihan lingkungan, baik di dalam maupun di luar rumah. Hal tersebut termasuk mengelola sampah dengan baik serta rutin menguras tempat penampungan air, termasuk pot bunga yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

Terkait layanan kesehatan, dr. Moses juga menegaskan bahwa obat-obatan di Puskesmas tidak dipungut biaya. Masyarakat hanya dikenakan biaya jasa layanan dan sarana sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Sebagai penutup, ia mengajak seluruh masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat, seperti mencuci tangan sebelum makan, menjaga kebersihan lingkungan, serta aktif dalam mencegah penyebaran penyakit di lingkungan masing-masing. Sandra)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....