Pelatihan Empat Hari Perkuat Layanan Penanganan Stunting di Mimika
- 16 Jul 2026 20:36 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID,Mimika - Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Kesehatan menggelar pelatihan tatalaksana stunting bagi tim penanganan stunting dari 26 puskesmas dan tiga rumah sakit rujukan di Hotel grand tembaga kabupaten mimika. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dalam menangani kasus stunting secara komprehensif di Kabupaten Mimika, Kamis 16 juli 2026.
Kepala Seksi Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Hasmawati, mengatakan pelatihan diikuti dokter, nutrisionis, perawat, dan bidan dari 26 puskesmas, serta tenaga kesehatan dari RSUD Mimika, Rumah Sakit Mitra Masyarakat, dan Rumah Sakit Waa Banti. Kegiatan berlangsung selama empat hari, mulai 15 hingga 18 Juli 2026.
"Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kompetensi petugas kesehatan, baik dokter, perawat, bidan maupun nutrisionis yang ada di puskesmas dan rumah sakit. Narasumber berasal dari Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita Jakarta, termasuk tim master of trainer (MOT)," ujar Hasmawati.
Ia menjelaskan, stunting masih menjadi persoalan penting dalam pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Mimika. Meskipun prevalensi stunting berdasarkan data rutin hanya sekitar 9,7 persen, jumlah kasus secara absolut masih tergolong tinggi karena populasi balita di Mimika mencapai sekitar 32 ribu anak.
"Persentasenya memang kecil, sekitar 9,7 persen. Tetapi secara absolut jumlahnya lebih dari dua ribu balita, sehingga penanganannya tetap membutuhkan perhatian serius," katanya.
Hasmawati menegaskan penanganan stunting tidak hanya dilakukan ketika anak sudah mengalami gangguan pertumbuhan. Upaya pencegahan harus dimulai sejak remaja putri, dilanjutkan pada masa kehamilan, hingga pemantauan tumbuh kembang balita melalui deteksi dini dan tata laksana yang tepat.
"Penanganan stunting dimulai sejak remaja putri, bukan hanya saat ibu hamil atau ketika anak sudah balita. Kita harus memastikan ibu dalam kondisi sehat sebelum hamil agar risiko stunting dapat dicegah sejak awal," jelasnya.
Menurutnya, anak yang tampak sehat bahkan bertubuh gemuk belum tentu terbebas dari stunting. Kondisi tersebut dapat dipengaruhi riwayat kekurangan gizi berkepanjangan sejak masa kehamilan, anemia pada ibu, hingga penyakit infeksi seperti malaria yang meningkatkan risiko bayi lahir dengan berat badan rendah.
Hasmawati juga menjelaskan bahwa Distrik Mimika Baru mencatat jumlah kasus stunting terbanyak karena memiliki populasi balita yang besar. Sementara itu, sejumlah distrik pesisir dan pegunungan memiliki persentase stunting lebih tinggi, namun jumlah balitanya relatif sedikit sehingga pendekatan penanganannya berbeda.
"Di wilayah kota seperti Mimika Baru dan Wania, jumlah balitanya sangat banyak sehingga pendampingan dan pemberian makanan tambahan dilakukan secara intensif. Sedangkan di wilayah pesisir dan pegunungan, tantangan utamanya adalah akses dan jangkauan pelayanan kesehatan," ujarnya.
Pelatihan yang didanai melalui APBD Kabupaten Mimika melalui DPA Dinas Kesehatan ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas tenaga kesehatan dalam melakukan deteksi dini, pemantauan pertumbuhan, hingga penanganan balita berisiko stunting, sehingga angka stunting di Kabupaten Mimika dapat terus ditekan.(Sandra)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....