Wamenkes Dorong Ayah Aktif Jaga Kesehatan Anak di 1.000 HPK
- 30 Agt 2026 21:01 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire - Kementerian Kesehatan mendorong keterlibatan ayah dalam menjaga kesehatan dan tumbuh kembang anak melalui Fatherhood Movement atau Gerakan Keayahan sebagai bagian dari penguatan program 1.000 Hari Pertama Kehidupan atau HPK.
Dikutip dari Bloomberg Technoz, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengatakan keterlibatan ayah penting karena perkembangan otak anak berlangsung sangat pesat sejak lahir hingga usia dua tahun. Karena itu, pemerintah mendorong hadirnya konsep Ayah Siaga dalam periode 1.000 HPK.
"Perkembangan otak justru terjadi paling besar itu di usia 0 sampai 2 tahun. Oleh karena itu, investasi early years ini sangat penting. Kita juga menginisiasi gerakan Fatherhood Movement agar ayah terlibat aktif dalam pemenuhan kesehatan anak. Kalau dulu kita kenal Suami Siaga saat persalinan, nanti di 1.000 HPK juga ada Ayah Siaga supaya anak-anaknya tumbuh sehat," ujar Dante dalam keterangan tertulis, Minggu, 30 Agustus 2026.
Dante menjelaskan keberhasilan program 1.000 HPK tidak hanya bergantung pada layanan kesehatan. Dukungan keluarga menjadi bagian penting dalam memastikan kebutuhan kesehatan, gizi, serta tumbuh kembang anak terpenuhi sejak awal kehidupan.
Program 1.000 HPK sendiri dimulai sejak masa kehamilan selama sekitar 270 hari hingga anak berusia dua tahun atau sekitar 730 hari setelah kelahiran. Periode tersebut dinilai menjadi salah satu fase paling menentukan bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.
Pemerintah menetapkan empat target intervensi utama dalam program tersebut. Pertama, fase sebelum kehamilan melalui peningkatan kesehatan remaja putri dan skrining calon pengantin untuk memastikan kesiapan fisik sebelum memasuki masa kehamilan.
Kedua, intervensi pada masa kehamilan, persalinan, dan bayi baru lahir dengan memastikan ibu mendapatkan pemeriksaan ultrasonografi atau USG serta menjalani persalinan di fasilitas kesehatan yang aman.
Ketiga, periode bayi di bawah dua tahun atau baduta yang difokuskan pada pemberian ASI eksklusif, pemenuhan kebutuhan gizi, imunisasi, serta pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak.
Keempat, pemerintah memperkuat layanan kesehatan dengan memastikan puskesmas dan rumah sakit memiliki kesiapan fasilitas maupun pembiayaan untuk memberikan pelayanan kesehatan ibu dan anak.
Selain keterlibatan ayah, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor hingga tingkat keluarga. Menurutnya, kebijakan pemerintah perlu diterapkan secara nyata dalam kehidupan rumah tangga.
"Kualitas pendidikan dan kesehatan sangat bergantung pada fondasi keluarga. Terkadang orang tua sibuk, anak juga sibuk. Maka yang terpenting adalah membangun waktu berkualitas antara bapak, ibu, dan anak. Kembalikan lagi kebiasaan makan masakan rumah, bukan makanan instan, sebagai fondasi hidup sehat yang kuat," kata Veronica.
Intervensi 1.000 HPK diarahkan untuk mencegah stunting, menurunkan angka kematian ibu dan bayi, serta memastikan pertumbuhan dan perkembangan anak berjalan optimal. Upaya tersebut juga perlu dipersiapkan sejak sebelum kehamilan, termasuk sejak masa remaja, calon pengantin, hingga pasangan usia subur.
Dengan demikian, pemerintah menilai pencegahan masalah kesehatan anak tidak dapat dimulai hanya ketika bayi telah lahir. Persiapan kesehatan sejak remaja, kesiapan calon orang tua, dukungan selama kehamilan, hingga keterlibatan aktif ayah dan ibu menjadi bagian dari upaya memastikan anak tumbuh sehat sejak 1.000 hari pertama kehidupannya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....