IHSG Dibuka Melemah 1,52 Persen, Ini Proyeksi dan Rekomendasi Saham
- 30 Jun 2026 15:05 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Selasa, 30 Juni 2026. Hingga pukul 09.10 WIB, IHSG turun 88,47 poin atau 1,52 persen ke level 5.732.
Dilansir dari Bloomberg Technoz, pelemahan IHSG terjadi di tengah pergerakan bursa Asia yang bervariasi. Sejumlah indeks utama seperti TW Weighted Index (Taiwan), Nikkei 225 (Jepang), Shenzhen Composite (China), Topix (Jepang), dan CSI 300 (China) dibuka menguat. Sementara itu, Hang Seng (Hong Kong), KOSDAQ (Korea Selatan), PSEi (Filipina), Straits Times (Singapura), Shanghai Composite (China), KLCI (Malaysia), dan KOSPI (Korea Selatan) bergerak di zona merah.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), volume perdagangan mencapai 2,28 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp1,58 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 186.595 kali. Sebanyak 417 saham mengalami penurunan, 131 saham menguat, dan 121 saham bergerak stagnan.
BRI Danareksa Sekuritas menilai sentimen pasar masih dipengaruhi sikap hati-hati investor menjelang rilis sejumlah data ekonomi penting Amerika Serikat, seperti data ketenagakerjaan dan pidato Gubernur The Fed Kevin Warsh. Selain itu, ketidakpastian geopolitik global masih menjadi perhatian pelaku pasar.
Dari dalam negeri, investor juga menantikan rilis data Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur, inflasi, dan neraca perdagangan Indonesia yang dijadwalkan terbit pada Rabu, 1 Juli 2026. Di sisi lain, rencana penawaran umum perdana saham (IPO) sejumlah emiten pada awal Juli diperkirakan dapat menyerap likuiditas pasar dalam jangka pendek.
Secara teknikal, BRI Danareksa Sekuritas memproyeksikan IHSG masih bergerak mixed dengan kecenderungan melemah, berada pada area support 5.730 dan resistance 6.000. Peluang rebound dinilai masih terbatas selama indeks belum mampu menembus level resistance tersebut. Saham yang direkomendasikan antara lain HMSP, DSSA, dan UNVR.
Sementara itu, Phintraco Sekuritas menilai kesepakatan Amerika Serikat dan Iran untuk menghentikan bentrokan menjadi sentimen positif bagi pasar. Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga menyatakan kedua negara siap menggelar pembicaraan di Doha, Qatar.
Namun, dari sisi teknikal, Phintraco menilai IHSG masih bergerak di bawah MA5 dan MA20 yang mencerminkan tren jangka pendek masih lemah. Indikator MACD menunjukkan histogram positif yang terus menyempit, sedangkan Stochastic RSI bergerak turun dari area overbought.
Dengan kondisi tersebut, Phintraco memperkirakan IHSG bergerak sideways pada kisaran 5.700 hingga 5.900. Saham pilihan dari Phintraco Sekuritas meliputi DSSA, HMSP, MTEL, ADRO, dan SUPA.
Di sisi lain, CGS International Sekuritas Indonesia memandang penguatan bursa Wall Street dan nilai tukar rupiah dapat menjadi sentimen positif. Namun, aksi jual investor asing yang masih berlanjut serta penurunan harga batu bara dan komoditas mineral logam diperkirakan menjadi faktor penekan pasar.
CGS International memproyeksikan IHSG bergerak bervariasi dengan kecenderungan melemah pada kisaran support 5.735 hingga 5.650 dan resistance 5.910 hingga 5.995. Saham yang direkomendasikan meliputi UNVR, WIIM, HMSP, GGRM, ADRO, dan ANTM.
Sementara itu, Panin Sekuritas memperkirakan IHSG masih berpotensi melanjutkan pelemahan pada perdagangan hari ini dengan rekomendasi saham ADRO, GJTL, dan MAPA.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....