Asing Jual Bersih Rp8,51 Triliun, IHSG Tertekan Rebalancing MSCI
- 31 Mei 2026 16:34 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat aksi jual bersih atau net sell investor asing mencapai Rp8,51 triliun pada perdagangan Jumat (29/5/2026). Tekanan jual tersebut terjadi menjelang efektifnya rebalancing indeks MSCI yang akan berlaku mulai 1 Juni 2026.
Aksi jual besar-besaran investor asing turut menekan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pada penutupan perdagangan akhir Mei 2026, IHSG melemah 0,05 persen ke level 6.127.
Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, mengatakan investor asing membukukan nilai jual bersih yang cukup besar dalam satu hari perdagangan. Kondisi tersebut menambah tekanan di pasar saham domestik yang sebelumnya juga dibayangi pelemahan nilai tukar rupiah.
"Adapun investor asing hari ini mencatatkan nilai jual bersih Rp8,51 triliun," ujar Kautsar dalam siaran pers yang dikutip dari Bloomberg Technoz, Minggu 31 Mei 2026.
Secara akumulatif sepanjang tahun atau year to date, investor asing telah mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp64,82 triliun di pasar reguler. Di saat yang sama, rupiah yang melemah hingga Rp17.874 per dolar AS turut memberikan sentimen negatif terhadap pasar keuangan Indonesia.
Sektor kesehatan menjadi yang paling tertekan dengan pelemahan 1,49 persen, diikuti sektor properti yang turun 1,09 persen dan sektor keuangan yang terkoreksi 1,04 persen. Kondisi ini membuat IHSG sulit bergerak positif di tengah tekanan eksternal dan penyesuaian indeks global.
Praktisi pasar modal Hans Kwee menilai kondisi tersebut merupakan dinamika yang lazim terjadi menjelang rebalancing MSCI. Menurutnya, sebagian besar manajer investasi kemungkinan telah melakukan penyesuaian portofolio sebelum tanggal efektif perubahan indeks.
Hans menambahkan saham-saham yang dikeluarkan dari MSCI Global Standard Index dan MSCI Small Cap Index masih berpotensi mengalami tekanan. Meski demikian, sejumlah emiten yang keluar dari indeks tersebut tetap memiliki fundamental yang kuat dan prospek jangka panjang yang menarik bagi investor.
Dalam peninjauan terbaru, MSCI mengeluarkan sejumlah saham Indonesia dari MSCI Global Standard Index, di antaranya saham PT Amman Mineral Internasional Tbk, PT Barito Renewables Energy Tbk, PT Chandra Asri Pacific Tbk, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk, dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. Khusus saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), statusnya bergeser ke kategori MSCI Small Cap Index.
Sejumlah saham berkapitalisasi besar turut menjadi pemberat utama IHSG pada perdagangan akhir pekan. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Astra International Tbk (ASII), hingga PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) menjadi kontributor terbesar pelemahan indeks.
Di tengah tekanan yang dialami pasar saham Indonesia, sejumlah bursa utama Asia justru berhasil ditutup di zona hijau. Indeks KOSPI Korea Selatan, Nikkei 225 Jepang, TOPIX Jepang, Straits Times Singapura, TW Weighted Taiwan, dan Hang Seng Hong Kong tercatat menguat pada akhir perdagangan pekan ini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....