Aceh Barat Perkuat Mitigasi Banjir, Apel Siaga Akbar Digelar Kamis
- 06 Okt 2026 21:13 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh - Aceh Barat memperkuat upaya mitigasi menghadapi potensi banjir melalui rapat Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) pascabencana di Ruang Media Edukasi Komunikasi dan Informasi BPBD Aceh Barat, Selasa, 6 Oktober 2026. Rapat dipimpin Bupati Aceh Barat Tarmizi, SP., MM bersama Forkopimda dan jajaran pemerintah untuk menyiapkan apel siaga akbar yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan pada Kamis.
Tarmizi mengatakan apel siaga akbar tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana. "Kita merencanakan pada Kamis ini akan melakukan apel siaga akbar yang melibatkan semua stakeholder," kata Tarmizi usai memimpin rapat Satgas PRR.
Menurut Tarmizi, mitigasi menjadi fokus utama agar masyarakat memahami langkah yang harus dilakukan ketika bencana terjadi. Sosialisasi akan dilakukan secara menyeluruh sehingga warga tidak panik dan mampu mengambil tindakan yang tepat saat menghadapi kondisi darurat.
"Yang pertama lebih ke mitigasi bencana sehingga masyarakat itu tersosialisasi dengan baik, langkah-langkah apa yang harus dilakukan ketika bencana datang," ujar Tarmizi. Ia menyebut kesiapsiagaan tersebut penting karena sudah ada peringatan dari BMKG, hujan mulai turun, dan kondisi air sungai mulai meningkat.
Tarmizi mengatakan pemerintah perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana untuk mencegah jatuhnya korban jiwa. "Kita tidak ingin nanti ada masyarakat yang menjadi korban jiwa pada saat bencana, maka semuanya harus dibicarakan teknisnya," katanya.
Ia menegaskan kesiapsiagaan harus dibangun mulai dari jajaran Forkopimda hingga tingkat dusun. Setiap wilayah diharapkan memiliki titik evakuasi warga serta ketersediaan logistik yang dapat digunakan ketika masyarakat harus mengungsi.
"Dari mulai dari jajaran Forkopimda sampai ke tingkat dusun, sudah ada titik evakuasi warga, sudah ada stok logistiknya," ujar Tarmizi. Menurutnya, kesiapan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi selama kondisi darurat.
Penguatan mitigasi juga dilakukan dengan mengevaluasi penanganan bencana sebelumnya, terutama terkait pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Tarmizi tidak ingin persoalan kekurangan makanan dan air bersih kembali terjadi ketika warga terdampak bencana.
"Jangan seperti kemarin, sehingga ada masyarakat yang lapar, ada masyarakat yang tidak minum air bersih, itu yang tidak kita inginkan," katanya. Ia meminta perhatian khusus diberikan kepada kelompok rentan, seperti bayi dan warga lanjut usia, dalam setiap perencanaan evakuasi dan penanganan bencana.
Selain mitigasi, rapat Satgas PRR juga membahas percepatan proses rehabilitasi dan rekonstruksi yang masih berlangsung di lapangan. "Kemudian yang kedua mempercepat proses rehab rekon yang sedang berproses di lapangan hari ini," ujar Tarmizi.
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat akan memperkuat koordinasi lintas sektor agar setiap unsur memahami tugas dan langkah teknis ketika bencana terjadi. Upaya tersebut diharapkan dapat membangun kesiapan masyarakat sekaligus meminimalkan risiko korban dan dampak bencana di wilayah Aceh Barat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....