Bupati Aceh Barat Dorong BUMG Jadi Penggerak Ekonomi Desa
- 15 Sep 2026 23:40 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh - Bupati Aceh Barat Tarmizi, SP., MM mendorong Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) di daerah itu lebih aktif mengembangkan potensi ekonomi. Hal tersebut disampaikan Tarmizi usai memimpin Rapat Pimpinan (Rapim) Percepatan Realisasi Beanja APBK 2026 di ruang rapat Setdakab Aceh Barat, Selasa, 15 September 2026.
Tarmizi mengatakan, pemerintah daerah terus memotivasi seluruh BUMG agar aktif dan mampu mengembangkan usaha sesuai potensi masing-masing desa. Menurutnya, pengembangan BUMG akan diarahkan pada sektor produktif yang dapat menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat desa.
“Jadi kalau terkait dengan BUMG itu kita memotivasi, meminta semua BUMG aktif,” kata Tarmizi. Ia menyebutkan, Pemkab Aceh Barat saat ini telah menjalin kerja sama dengan Kemendes untuk mendukung pengembangan usaha BUMG.
Tarmizi menjelaskan, tim Sekretaris Jenderal dan Direktorat Jenderal Kemendes dijadwalkan datang ke Aceh Barat pada 21 September 2026 untuk melihat langsung potensi dan kesiapan desa. Kehadiran tim tersebut diharapkan dapat membuka peluang dukungan bagi BUMG dalam mengembangkan usaha berbasis potensi lokal.
Ia mencontohkan sejumlah daerah yang telah mengembangkan komoditas unggulan desa, seperti desa yang fokus pada budidaya melon dan anggur dengan dukungan dari Kemendes. “Kita ingin BUMG kita seperti itu,” ujarnya.
Selain hortikultura, Pemkab Aceh Barat juga mendorong desa mengembangkan sektor peternakan, khususnya ayam petelur dan ayam pedaging. Tarmizi mengatakan, desa yang memiliki kesiapan lahan dan sumber daya akan diarahkan untuk memilih jenis usaha yang paling sesuai dengan potensi wilayahnya.
Salah satu contoh yang disebutkan adalah kawasan Merubut yang memiliki lahan dan dinilai berpotensi dikembangkan sebagai sentra budidaya melon. “Misalnya di Merubut itu ada lahan, ini mau melon, kita fokus melon nanti, satu desa itu menjadi penghasilan,” kata Tarmizi.
Menurutnya, pengembangan usaha tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan pendapatan desa, tetapi juga memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap produk pangan lokal. Bahkan, kata Tarmizi, kebutuhan hasil produksi saat ini masih belum mencukupi, termasuk untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Sekarang hasilnya itu justru mereka barang kurang, untuk MBG-nya saja kurang sekarang,” ujar Tarmizi. Karena itu, pemerintah daerah akan mendorong desa memilih usaha yang paling siap dikembangkan agar BUMG dapat menjadi penggerak ekonomi sekaligus memperkuat ketersediaan pangan di Aceh Barat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....