Panen Lele Sangkuriang Tingkatkan Pendapatan Kelompok Disabilitas di Aceh Barat

  • 13 Sep 2026 11:34 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Kelompok disabilitas di Kabupaten Aceh Barat mulai menunjukkan kemandirian ekonomi melalui budidaya ikan lele sangkuriang yang didampingi Dinas Sosial setempat. Hasil panen perdana bahkan telah terserap pasar setelah seluruh ikan dipesan pemilik usaha katering.

Panen perdana tersebut dihadiri Bupati Aceh Barat Tarmizi SP MM didampingi Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh dan Kesra Ruswaidi di Kantor Dinas Sosial Aceh Barat, Sabtu, 12 September 2026.

Tarmizi mengatakan, program budidaya ikan lele merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan pendapatan dan kemandirian kelompok disabilitas.

Menurutnya, pemberdayaan ekonomi menjadi salah satu langkah pemerintah agar penyandang disabilitas memiliki sumber penghasilan yang berkelanjutan.

“Jadi kita selain menertibkan semua pengemis yang ada di Aceh Barat, maka langkah kita dari pemerintah ya bikin usaha seperti ini budidaya ikan lele, kemudian akan terus dilakukan pengembangan pada sektor pertanian, peternakan dan UMKM,” kata Tarmizi.

Ia berharap program serupa dapat dikembangkan sehingga penyandang disabilitas di Aceh Barat memiliki penghasilan tetap melalui berbagai usaha produktif.

Tarmizi juga mengatakan, hasil panen ikan lele kelompok disabilitas tersebut telah dipesan seluruhnya oleh pemilik katering. Ke depan, ia menginstruksikan agar hasil budidaya tersebut juga dapat diserap melalui pembelian oleh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat.

Menurutnya, dukungan pasar menjadi bagian penting untuk memastikan usaha kelompok disabilitas terus berjalan dan berkembang.

Kelompok Disabilitas Minta Program Berkelanjutan

Ketua Kelompok Disabilitas Aceh Barat, Idrus Sulaiman, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, khususnya Bupati Tarmizi, atas dukungan terhadap program budidaya ikan lele tersebut.

Ia berharap produksi ikan lele dapat terus meningkat dan program pemberdayaan ekonomi bagi penyandang disabilitas tidak berhenti pada tahap awal.

“Untuk ke depan mudah-mudahan bisa lebih meningkat lagi hasil panennya. Kami dari kaum disabilitas juga memohon agar program ini dapat berlanjut dan tidak berhenti di tengah jalan nantinya,” kata Idrus.

Idrus menambahkan, kelompok disabilitas Aceh Barat mendukung kebijakan pemerintah dalam penertiban aktivitas meminta-minta di wilayah tersebut. Menurutnya, pemberian ruang usaha produktif menjadi salah satu bentuk dukungan agar penyandang disabilitas dapat memperoleh penghasilan secara mandiri.

Program budidaya ikan lele tersebut diharapkan menjadi salah satu model pemberdayaan ekonomi yang dapat dikembangkan ke sektor pertanian, peternakan maupun UMKM, sehingga kelompok disabilitas tidak hanya memperoleh bantuan, tetapi juga memiliki usaha yang mampu menghasilkan pendapatan secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....