Pasokan Ayam Potong Aceh Barat Tak Seimbang Permintaan, Ini Penjelasan Kadis

  • 31 Agt 2026 22:00 WIB
  •  Meulaboh
Poin Utama
  • Pasokan ayam potong di Kabupaten Aceh Barat belum mampu memenuhi tingginya permintaan masyarakat, khususnya menjelang perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW.
  • Keterbatasan pasokan lokal telah mendorong kenaikan harga ayam potong di berbagai pasar Aceh Barat, memaksa pedagang mencari sumber dari daerah lain.
  • Kepala Dinas Perdagangan Aceh Barat bersama Dinas Pangan dan Dinas Peternakan melakukan pengecekan langsung untuk mengatasi masalah ketersediaan ayam pedaging di lapangan.

RRI.CO.ID, Meulaboh - Pasokan ayam potong atau ayam pedaging di Kabupaten Aceh Barat belum mampu mengimbangi tingginya permintaan masyarakat, terutama menjelang perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kondisi tersebut turut mendorong kenaikan harga ayam potong di sejumlah pasar di daerah itu, sehingga pedagang terpaksa mendatangkan ayam dari sejumlah daerah untuk menjaga ketersediaan pasokan bagi masyarakat Aceh Barat.

Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM Aceh Barat, Khairuzzadi, mengatakan pihaknya bersama Dinas Pangan dan Dinas Peternakan telah melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi pasokan ayam pedaging di lapangan.

“Mengenai ayam pedaging ini, kita sudah menerima informasinya dan sudah kita cek ke lapangan bersama Dinas Pangan dan Dinas Peternakan. Kita juga sudah berkonsultasi dan berkoordinasi dengan pedagang serta perusahaan yang menjadi pemasok,” kata Khairuzzadi di Meulaboh, Senin, 31 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, salah satu kendala yang menyebabkan berkurangnya pasokan ayam pedaging adalah penurunan produksi dan adanya penyakit pada ayam.

“Memang ada beberapa kendala. Yang pertama, produksi ayam sekarang memang kurang. Kemudian karena produksi kurang dan adanya penyakit pada ayam, pasokan ayam ke pasar menjadi berkurang,” katanya.

Khairuzzadi berharap perusahaan dan para pemasok segera meningkatkan kembali produksi agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi, terutama karena permintaan ayam tidak hanya berasal dari kebutuhan rumah tangga.

“Kita sangat mengharapkan kepada pemasok dan perusahaan-perusahaan ini untuk segera berproduksi supaya kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi. Selain kebutuhan harian masyarakat, ada kebutuhan untuk program MBG dan sekarang ditambah kebutuhan karena hari besar Maulid,” ujarnya.

Ia menyebutkan, kebutuhan ayam untuk konsumsi harian masyarakat pada dasarnya masih mencukupi. Namun, peningkatan permintaan menjelang Maulid menyebabkan kebutuhan ayam meningkat secara signifikan dan bersifat musiman.

“Untuk kebutuhan sehari-hari pada prinsipnya cukup. Cuma karena kondisi pasokan yang kurang, ditambah sekarang kebutuhan Maulid lebih besar,” katanya.

Selain itu, Khairuzzadi mengatakan adanya percepatan masa panen ayam turut memengaruhi berat ayam yang beredar di pasaran. Ayam yang seharusnya dipanen sekitar 35 hari, kini sebagian dipanen lebih cepat untuk mengantisipasi risiko penyebaran penyakit.

“Informasi dari pihak pengusaha, ayam dikeluarkan lebih cepat untuk mengantisipasi terjadinya wabah penyakit. Kapasitas ayam yang seharusnya bisa mencapai lebih dari dua kilogram, sekarang rata-rata hanya sekitar 1,2 kilogram lebih,” kata Khairuzzadi.

Pemerintah Kabupaten Aceh Barat terus melakukan koordinasi dengan pemasok dan pelaku usaha untuk menjaga ketersediaan ayam pedaging sekaligus mengantisipasi kenaikan harga di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....