Dosen UTU Latih Siswa Kelola Sampah dan Kenalkan Ekonomi Sirkular

  • 30 Agt 2026 10:18 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Tim dosen Universitas Teuku Umar (UTU) menggandeng Gerakan Peduli Lingkungan Meulaboh (GPL_Mbo) melatih siswa mengelola sampah melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di SMP Darul Aitami, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat, Sabtu, 29 Agustus 2026. Kegiatan tersebut dilakukan untuk meningkatkan literasi lingkungan sekaligus mengenalkan konsep ekonomi sirkular kepada siswa melalui materi dan praktik langsung pengelolaan sampah.

Kegiatan PkM tersebut mengusung tema “Penguatan Literasi Lingkungan Berbasis Komunitas untuk Pemberdayaan ATS/ABPS dan Ekonomi Sirkular di Kecamatan Meureubo”. Puluhan siswa dari sejumlah gampong mengikuti kegiatan yang turut melibatkan guru, mahasiswa, tim pengabdian, dan mitra dari GPL_Mbo.

Para peserta mendapatkan materi mengenai pentingnya menjaga lingkungan serta pengelolaan sampah yang bertanggung jawab. Selain teori, siswa juga diajak melakukan praktik memilah dan mengolah sampah berdasarkan jenis dan karakteristik material.

Dalam kegiatan tersebut, siswa diperkenalkan pada berbagai jenis sampah yang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Mereka juga diberikan pemahaman bahwa sejumlah material yang selama ini dianggap sebagai limbah masih dapat dimanfaatkan kembali dan memiliki nilai guna maupun nilai ekonomi.

Ketua Tim Pengabdian, Jusnaini Hasni, M.Ed., mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk meningkatkan kreativitas dan kepedulian siswa terhadap persoalan lingkungan. Menurutnya, perubahan perilaku dalam mengelola sampah perlu dibangun sejak usia sekolah.

“Persoalan lingkungan adalah tanggung jawab kolektif, tidak hanya pemerintah atau lembaga tertentu, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama,” ujar Jusnaini.

Ia menilai edukasi mengenai pengelolaan sampah perlu diberikan secara berkelanjutan agar siswa tidak hanya memahami teori, tetapi mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, sekolah dan keluarga menjadi lingkungan penting dalam membangun kebiasaan tersebut.

“Sampah yang selama ini sering dianggap sebagai sesuatu yang tidak bernilai sebenarnya masih dapat dikelola dan dimanfaatkan kembali sehingga memiliki nilai guna maupun nilai ekonomi,” katanya.

Jusnaini menjelaskan kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk memperkenalkan konsep ekonomi sirkular kepada siswa. Konsep tersebut mendorong pemanfaatan sumber daya secara efisien dengan mengurangi limbah, menggunakan kembali material, dan memperpanjang masa manfaat suatu produk.

Mitra kegiatan dari Gerakan Peduli Lingkungan Meulaboh, Fajar Oza Pratama, M.M., turut memberikan materi sekaligus mendampingi siswa dalam sesi praktik. Ia mengajarkan pentingnya memilah sampah sejak dari sumbernya agar pengelolaan sampah dapat dilakukan dengan lebih mudah dan tepat.

Dalam praktik tersebut, siswa belajar membedakan sampah berdasarkan jenis serta cara penanganannya. Peserta kemudian mencoba mengolah sejumlah material agar dapat digunakan kembali menjadi produk yang memiliki nilai guna.

Kegiatan itu juga mengenalkan prinsip 3R, yakni Reduce, Reuse, dan Recycle kepada para peserta. Siswa didorong untuk mengurangi penggunaan barang sekali pakai, menggunakan kembali barang yang masih layak, serta mendaur ulang material tertentu.

Jusnaini berharap pengetahuan yang diberikan dalam kegiatan tersebut dapat membentuk kebiasaan positif di kalangan siswa. Ia juga mendorong agar praktik pengelolaan sampah dapat diterapkan tidak hanya di sekolah, tetapi juga di lingkungan rumah dan masyarakat.

“Kebiasaan sederhana seperti memilah sampah, mengurangi barang sekali pakai, serta menggunakan kembali dan mendaur ulang barang yang masih layak dapat dimulai dari sekolah dan rumah,” ujarnya.

Kegiatan tersebut turut melibatkan Kepala SMP Darul Aitami Agus Salim Nazar, S.Pd.I., M.Pd., bersama jajaran guru dan siswa. Tim PkM UTU juga melibatkan mahasiswa serta mitra GPL_Mbo dalam mendukung pelaksanaan kegiatan.

Tim pengabdian menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah dan seluruh peserta yang telah mendukung kegiatan tersebut. Apresiasi juga diberikan kepada narasumber, mitra, mahasiswa, serta seluruh pihak yang terlibat sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan.

“Kami berharap kegiatan yang kita laksanakan hari ini dapat memberikan manfaat yang nyata dan menjadi bagian dari perubahan yang lebih besar dalam membangun masyarakat yang peduli terhadap lingkungan,” kata Jusnaini.

Melalui kegiatan tersebut, Tim PkM UTU berharap literasi lingkungan di kalangan generasi muda semakin meningkat. Pengelolaan sampah berbasis pemanfaatan kembali juga diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun masyarakat yang lebih peduli terhadap lingkungan dan memahami peluang ekonomi dari pengelolaan sampah.

Kegiatan PkM tersebut merupakan program hibah internal Universitas Teuku Umar melalui skema Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Riset tahun 2026. Program tersebut menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi dalam menghubungkan pengetahuan akademik dengan kebutuhan dan persoalan yang dihadapi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....