Aceh Barat Perkuat Tracing TBC untuk Cegah Penularan
- 27 Agt 2026 11:33 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Dinas Kesehatan memperkuat upaya menemukan kasus tuberkulosis atau TBC secara dini melalui kegiatan tracing yang terintegrasi dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Kegiatan tersebut menyasar sejumlah kecamatan, termasuk Gampong Suak Ribee, Kecamatan Johan Pahlawan, Rabu, 26 Agustus 2026.
Kepala Dinas Kesehatan Aceh Barat, Evi Darni, S.Kep., M.KM., mengatakan tracing dilakukan untuk menemukan kasus TBC lebih cepat, termasuk pada masyarakat yang memiliki kontak erat dengan pasien TBC.
“Hari ini kita melakukan tracing TBC di beberapa kecamatan. Salah satunya di Desa Suak Ribee, Kecamatan Johan Pahlawan,” kata Evi.
Menurutnya, program tersebut merupakan bagian dari program pemerintah pusat yang dilaksanakan secara nasional sejak Agustus hingga November 2026. Setiap lokasi sasaran ditargetkan melibatkan sekitar 100 peserta yang terdiri dari penderita TBC, keluarga pasien serta masyarakat di lingkungan tempat tinggal penderita.
Evi menyebutkan, berdasarkan data Dinas Kesehatan Aceh Barat, terdapat sekitar 230 kasus TBC yang tercatat sejak Januari hingga Agustus 2026.
Ia menjelaskan, integrasi tracing TBC dengan program CKG memungkinkan masyarakat sasaran memperoleh pemeriksaan kesehatan secara lebih menyeluruh.
“Harapannya ke depan semua penderita TBC ini bisa terobati, semua kasus TBC dapat ditemukan, sehingga tidak ada lagi penularan yang tidak terkendali,” ujarnya.
Evi mengimbau masyarakat agar tidak takut menjalani pemeriksaan TBC dan tidak memberikan stigma terhadap penderita. Menurutnya, stigma masih menjadi salah satu tantangan dalam menemukan kasus TBC secara dini.
“Kepada masyarakat kami harapkan bersedia dilakukan screening TBC. Tujuannya agar cepat kita obati, penularannya bisa dihindari, dan penderita baru tidak kita temukan lagi,” katanya.
Ia menegaskan TBC dapat diobati apabila ditangani sesuai prosedur. Karena itu, masyarakat yang mengalami gejala maupun memiliki kontak erat dengan penderita diharapkan bersedia mengikuti pemeriksaan.
“Jangan merasa terdiskriminasi karena penyakit TBC. Kita tahu penyakit ini sering diisolasi oleh masyarakat, sehingga ada yang tidak mau mengaku atau menyangkal ketika didiagnosis TBC,” ucap Evi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....