PT Mifa Tegaskan Aktivitas Tambang Patuhi Regulasi Lingkungan

  • 25 Agt 2026 12:08 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - PT Mifa Bersaudara menegaskan seluruh aktivitas pertambangan yang dilakukan di Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat, telah mengacu pada regulasi dan ketentuan lingkungan yang berlaku. Penegasan tersebut disampaikan perusahaan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Aliansi Masyarakat Krueng Tujoh di Aula Rapat Utama DPRK Aceh Barat, Senin, 24 Agustus 2026.

ACT Group Head CEC PT Mifa Bersaudara, Tengku Khaddafi Al Munir, mengatakan perusahaan secara berkala memantau kualitas air di sekitar wilayah operasional tambang sebagai bagian dari kewajiban pemenuhan standar lingkungan.

“Dalam aktivitas kita, kita mematuhi regulasi. Semuanya sudah dihitung. Proses pengelolaan air tidak begitu saja. Kita memantau kualitas air secara berkala dan real time melalui sistem yang terhubung dengan Kementerian Lingkungan Hidup,” ujarnya.

Ia menjelaskan, PT Mifa Bersaudara juga rutin melakukan pemantauan dan pembersihan sejumlah aliran sungai di sekitar kawasan operasional tambang. Pembersihan dilakukan pada sejumlah aliran sungai sepanjang sekitar tiga kilometer.

“Beberapa aliran sungai di daerah kawasan tambang secara reguler kami lakukan pembersihan sepanjang tiga kilometer. Secara berkala kegiatan itu sudah berjalan,” katanya.

Menurut Tengku Khaddafi, tidak seluruh bagian sungai dapat dibersihkan karena sebagian wilayah hulu merupakan kawasan hutan dan semak belukar. Untuk menjaga kelancaran aliran air, perusahaan juga melibatkan masyarakat dalam kegiatan pembersihan.

“Memang tidak semua bisa kita bersihkan karena hulunya hutan dan semak belukar. Sehingga kita berdayakan masyarakat. Dengan demikian air bisa mengalir dan mengurangi potensi banjir,” jelasnya.

Menanggapi persoalan kayu yang ditemukan di tengah sungai, Tengku Khaddafi membantah kondisi tersebut disebabkan aktivitas PT Mifa Bersaudara.

“Soal kayu di tengah sungai, kami tidak melakukan itu. Krueng Balee sering kami bersihkan, saluran irigasi juga sering kami lakukan pembersihan,” tegasnya.

Ia menambahkan, pembersihan aliran sungai dan saluran irigasi menjadi bagian dari upaya perusahaan menjaga kondisi lingkungan di sekitar wilayah operasional.

Terkait tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR, Tengku Khaddafi mengatakan program tersebut diarahkan untuk mendukung kebutuhan masyarakat di sejumlah desa sekitar wilayah operasional, termasuk Hulu, Reudep dan Balee.

“CSR kita khusus untuk Hulu, Reudep, Balee. Ada bantuan kemasyarakatan dengan nilai anggaran seperti dana desa. Semua sesuai perencanaan masyarakat dan kami akomodir, termasuk pengelolaan lingkungan,” ujarnya.

Ia menyebutkan, dukungan perusahaan kepada sejumlah desa setiap tahun berada pada kisaran Rp150 juta hingga Rp300 juta per kampung.

Selain itu, PT Mifa Bersaudara juga pernah menyalurkan bantuan benih ikan lele kepada masyarakat Krueng Tujoh. Perusahaan menyatakan siap melanjutkan dukungan tersebut apabila masyarakat membutuhkan.

“Kita juga memberikan benih ikan lele di Krueng Tujoh. Mungkin tidak seberapa dibandingkan kebutuhan, tetapi kami berharap jika mau dilanjutkan, maka kami akan lanjutkan dan dukung,” katanya.

Mengenai keberadaan makam yang berada di kawasan pertambangan, Tengku Khaddafi memastikan perusahaan tidak akan mengambil maupun merusak makam tersebut.

“Terkait makam itu, kita pernah berkunjung bersama masyarakat. Betul seperti itu karena posisinya berada di tengah tambang. Hasil diskusi dengan masyarakat di sana, kita tidak akan mengambil atau merusak makam ini,” ucapnya menjelaskan.

Ia mengatakan, perusahaan juga akan memfasilitasi masyarakat yang ingin beribadah atau berziarah ke makam tersebut, mengingat lokasinya berada di tengah kawasan pertambangan.

“Apabila masyarakat ingin ziarah, kita fasilitasi, karena memang makam tersebut berada di tengah pertambangan,” katanya menambahkan.

Tengku Khaddafi menegaskan, Krueng Tujoh memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan masyarakat, termasuk aktivitas desa, persawahan dan perekonomian warga.

Karena itu, ia mengajak masyarakat dan seluruh pihak terkait untuk bersama-sama menjaga kelestarian Krueng Tujoh serta mencari solusi terhadap berbagai persoalan lingkungan yang disampaikan masyarakat.

“Krueng Tujoh, masyarakat desa, sawah, pupuk, kita yakin aktivitas ekonomi masyarakat. Kita sama-sama jaga. Bagaimana caranya kita lestarikan. Silakan jika ada solusi dari masyarakat,” ucapnya.

RDP tersebut dipimpin Ketua DPRK Aceh Barat Siti Ramazan dan turut dihadiri perwakilan empat perusahaan, yakni PT IPE, PT AJB, PT Mifa Bersaudara dan PT NCN.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....