Bupati Tarmizi Sukses Bawa Pulang Anggaran Rp357 Miliar Pengamanan Tebing Sungai

  • 23 Agt 2026 15:45 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menyambut dimulainya proses tender pembangunan pengamanan tebing Krueng Meureubo dan Krueng Woyla dengan total anggaran sekitar Rp357 miliar. Dana itu dikucurkan berkad perjuangan Bupati Aceh Barat Tarmizi, SP, MM melakukan serangkaian lobi ke pusat.

"Alhamdulillah, pembangunan pengamanan tebing Krueng Meureubo dan Krueng Woyla sudah masuk tahap tender melalui Kementerian Pekerjaan Umum. Ini menjadi langkah penting untuk melindungi masyarakat, lahan perkebunan, jalan utama, serta infrastruktur yang berada di sepanjang aliran sungai," kata Tarmizi, Minggu 23 Agustus 2026.

Bupati Aceh Barat Tarmizi, SP, MM, mengatakan pembangunan tersebut merupakan langkah penting untuk mengantisipasi kerusakan yang semakin parah di sejumlah kawasan akibat abrasi dan erosi sungai.

Sudah banyak rumah masyarakat yang terdampak, mulai dari kerusakan berat hingga ambruk jatuh ke sungai karena kikisan erosi. Hal itu dikarenakan terlambat ditangani sejak awal terjadi ancaman kikisan erosi sungai.

"Banyak sekali rumah masyarakat yang sudah jatuh ke sungai, namun dari dulu tidak ada penanganan. Karena pengaman tebing sungai merupakan kewenangan pemerintah pusat. Kalaupun kewenangan kabupaten maka tidak akan mampu karena fiskal lemah. Alhamdulillah kita berhasil membawa pulang anggaran pemerintah pusat untuk pengaman tebing yang sudah darurat," ujarnya.

Ia menjelaskan, anggaran sekitar Rp357 miliar tersebut terbagi untuk dua pekerjaan utama. Pengamanan tebing Krueng Meureubo mendapat alokasi sekitar Rp230 miliar, sedangkan Krueng Woyla sekitar Rp127 miliar.

Untuk Krueng Meureubo, pembangunan mencakup kawasan mulai dari Kecamatan Pante Ceureumen, kawasan Kaway XVI hingga Kecamatan Meureubo. Sementara pengamanan Krueng Woyla direncanakan mulai dari Kecamatan Woyla hingga kawasan Sungai Mas.

Menurut Tarmizi, kondisi tebing sungai yang terus tergerus telah menimbulkan dampak terhadap masyarakat. Sejumlah rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan, lahan perkebunan mulai tergerus, bahkan badan jalan utama di beberapa lokasi ikut terancam.

"Dengan adanya pembangunan pengamanan tebing ini, kita berharap risiko terhadap masyarakat dan aset mereka dapat diminimalkan. Pemerintah daerah tentu sangat mendukung pembangunan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Aceh Barat," ujarnya.

Tarmizi menyebutkan, pekerjaan tersebut akan dilaksanakan menggunakan skema multiyears dengan masa pelaksanaan mulai 2026 hingga 2028. Ia berharap seluruh tahapan, mulai dari proses tender hingga pelaksanaan pekerjaan di lapangan, dapat berjalan sesuai ketentuan dan memberikan hasil optimal bagi masyarakat.

"Pembangunan ini kita harapkan dapat menjadi bagian dari upaya mewujudkan Aceh Barat yang lebih aman, nyaman dan sejahtera, khususnya bagi masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di sepanjang kawasan sungai," kata Tarmizi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....