FTPAB Bangun Rumah Layak Huni Perdana untuk Warga Aceh Barat

  • 19 Agt 2026 22:18 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh – Kepedulian masyarakat terhadap warga yang membutuhkan tempat tinggal layak diwujudkan melalui pembangunan Rumah Layak Huni (RLH) oleh Forum Tokoh Peduli Aceh Barat (FTPAB). Rumah bantuan perdana tersebut diserahkan Bupati Aceh Barat Tarmizi, SP, MM kepada masyarakat di Desa Pasi Jeut, Kecamatan Woyla Barat, Rabu, 19 Agustus 2026.

Bupati Aceh Barat Tarmizi mengatakan, pembangunan RLH tersebut menjadi langkah awal FTPAB dalam membantu masyarakat kurang mampu melalui gerakan kepedulian dan sedekah dari masyarakat Aceh Barat.

Menurutnya, FTPAB menghimpun masyarakat dari berbagai kalangan untuk bersama-sama memberikan kontribusi bagi daerah, salah satunya melalui sedekah rutin yang dilakukan setiap Jumat.

“Seluruh masyarakat Aceh Barat bergabung dalam forum ini kemudian kita jadikan forum ini untuk melibatkan semua pihak yang peduli terhadap daerah dan bersedekah setiap Jumat sore, jadi pahalanya lebih besar dan lebih berkah,” ujar Tarmizi.

Ia berharap semakin banyak masyarakat yang bergabung dalam FTPAB sehingga kemampuan forum untuk membantu masyarakat juga semakin besar.

Tarmizi menyebutkan, kebutuhan Rumah Layak Huni di Aceh Barat masih cukup tinggi. Saat ini diperkirakan sekitar 800 unit RLH masih dibutuhkan masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menargetkan pembangunan sedikitnya 100 unit RLH pada tahun 2026. Untuk memenuhi target tersebut, Pemkab juga menggandeng pihak perusahaan agar turut berkontribusi melalui pembangunan rumah bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Pihak perusahaan sudah kita panggil. Mereka sudah komitmen, ada yang menyatakan akan membangun lima, 10 dan 20 RLH, walau nanti mereka yang membangun sendiri,” katanya.

Sementara itu, Ketua FTPAB Adami Umar mengatakan pembangunan rumah dilakukan dengan prinsip efisiensi karena seluruh anggaran berasal dari dana amanah masyarakat.

Menurutnya, biaya pembangunan satu unit RLH yang dibangun FTPAB mencapai sekitar Rp118,84 juta. Nilai tersebut lebih rendah dibandingkan biaya pembangunan rumah dengan tipe yang sama secara borongan yang diperkirakan mencapai Rp122 juta.

“Lebih hemat karena ini dana amanah dan bebas dari keuntungan. Kita juga tidak ada biaya operasional,” kata Adami.

Adami menjelaskan, FTPAB sebenarnya memiliki sejumlah rencana program lain, termasuk beasiswa dan pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Namun, untuk tahap awal, forum memprioritaskan pembangunan RLH karena masih banyak masyarakat yang tinggal di rumah dengan kondisi tidak layak.

“Untuk awal ini kita fokus bangun rumah karena terlalu banyak masyarakat kita yang tinggal di tempat yang tidak layak. Nanti kita akan desain program beasiswa dan lainnya,” ujarnya.

Setelah meresmikan dan menyerahkan RLH di Desa Pasi Jeut, Bupati Aceh Barat bersama rombongan melanjutkan kunjungan dengan meninjau lokasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Teupin Peuraho, Kecamatan Arongan Lambalek.

Program tersebut diharapkan menjadi gerakan gotong royong masyarakat dan dunia usaha dalam mempercepat pengurangan jumlah rumah tidak layak huni di Kabupaten Aceh Barat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....