TTE Diperkuat, Diskominsa Aceh Barat Dorong Layanan Digital Aman
- 13 Agt 2026 00:06 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh - Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominsa) Kabupaten Aceh Barat mendorong pemanfaatan Tanda Tangan Elektronik (TTE) berbasis sertifikat elektronik untuk mempercepat transformasi digital di lingkungan pemerintah daerah, termasuk di RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh, Selasa, 11 Agustus 2026. Upaya tersebut dilakukan melalui sosialisasi dan pelatihan aktivasi TTE bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mendukung administrasi pemerintahan dan penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) berbasis aplikasi SIMGOS.
Kabid Persandian dan Statistik Diskominsa Aceh Barat, Dedy Jefernal, ST, mengatakan pemanfaatan TTE menjadi bagian penting dalam membangun tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, aman dan efisien. Menurutnya, penerapan TTE juga perlu dibarengi pemahaman ASN mengenai keamanan serta keabsahan dokumen elektronik.
“Diskominsa Aceh Barat mendukung penuh upaya RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh dalam mendorong percepatan implementasi Rekam Medis Elektronik berbasis aplikasi SIMGOS melalui penerbitan dan aktivasi sertifikat elektronik,” kata Dedy.
Dalam kegiatan tersebut, Tim Diskominsa Aceh Barat tidak hanya memberikan materi mengenai TTE berbasis Balai Sertifikasi Elektronik (BSrE), tetapi juga mendampingi peserta dalam proses pendaftaran dan aktivasi. Pendampingan dilakukan secara bertahap dalam beberapa kelompok peserta hingga seluruh tahapan pelatihan selesai.
“Materi kemudian dilanjutkan dengan pelatihan aktivasi TTE secara bertahap dalam beberapa kelompok peserta hingga sore hari,” ungkap Dedy.
Dedy menjelaskan, transformasi digital tidak sekadar berkaitan dengan penggunaan aplikasi, tetapi juga menyangkut aspek keamanan, autentikasi dan keabsahan dokumen elektronik. Karena itu, sertifikat elektronik dan TTE diperlukan untuk membangun kepercayaan dalam proses kerja pemerintahan berbasis digital.
Pemanfaatan TTE di RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh diharapkan dapat mempercepat proses administrasi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap dokumen fisik. Penerapan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem pelayanan kesehatan berbasis digital melalui RME.
Menurut Dedy, kolaborasi antarperangkat daerah menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat transformasi digital di Aceh Barat. Diskominsa melalui bidang Persandian dan Statistik terus mendorong agar pemanfaatan teknologi informasi dilakukan dengan tetap memperhatikan aspek keamanan dan perlindungan sistem digital.
Sementara itu, RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh terus mengembangkan pelayanan berbasis digital untuk mendukung peningkatan kualitas tata kelola rumah sakit. Penerapan TTE diharapkan dapat membuat proses kerja menjadi lebih cepat, terintegrasi dan mudah ditelusuri.
Dedy berharap kegiatan sosialisasi dan aktivasi tersebut tidak berhenti pada tahap pelatihan, tetapi dilanjutkan dengan penggunaan TTE secara konsisten dalam pekerjaan sehari-hari. Dengan demikian, transformasi digital dapat memberikan dampak nyata terhadap efisiensi administrasi dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Diskominsa Aceh Barat akan terus hadir sebagai mitra strategis perangkat daerah dalam membangun ekosistem pemerintahan digital yang aman, terpercaya dan berorientasi pada pelayanan publik,” tutup Dedy.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....