DP3AKB Perkuat Perempuan tanpa Luka

  • 10 Agt 2026 15:50 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh Upaya mewujudkan kesetaraan gender terus digaungkan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Aceh Barat melalui berbagai program strategis yang berpihak pada perempuan. Hal ini sejalan dengan tema “Perempuan Kuat Tanpa Luka” yang menekankan pentingnya perlindungan sekaligus pemberdayaan perempuan dalam berbagai aspek kehidupan.

Perwakilan DP3AKB Aceh Barat, Siti Zubaidah, menilai bahwa kekuatan perempuan tidak hanya diukur dari ketahanan menghadapi tantangan, tetapi juga dari terpenuhinya hak-hak dasar mereka secara adil dan setara.

“Perempuan yang kuat adalah perempuan yang tidak mengalami kekerasan, tidak didiskriminasi, dan memiliki ruang yang sama untuk berkembang,” ujarnya, Senin (10/8/20206).

Menurutnya, pengarusutamaan gender menjadi langkah penting dalam memastikan setiap kebijakan pembangunan mampu menjawab kebutuhan perempuan dan laki-laki secara proporsional. Implementasi di Aceh Barat dilakukan melalui integrasi perspektif gender dalam program pemerintah daerah, termasuk di sektor pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.

DP3AKB Aceh Barat juga terus mendorong peningkatan kapasitas perempuan melalui pelatihan, pendampingan, serta dukungan terhadap pelaku usaha perempuan. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kemandirian ekonomi sekaligus memperkuat posisi perempuan dalam keluarga dan masyarakat.

Di sisi lain, isu perlindungan perempuan masih menjadi perhatian serius. Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak dinilai masih terjadi, meski berbagai upaya pencegahan terus dilakukan. Pemerintah daerah telah menyediakan layanan pengaduan serta pendampingan korban melalui mekanisme terpadu.

“Pencegahan harus dimulai dari lingkungan terdekat, yakni keluarga. Edukasi tentang kesetaraan, saling menghormati, dan komunikasi yang sehat sangat penting,” jelas Siti Zubaidah.

Ia juga menyoroti tantangan yang dihadapi dalam penerapan kesetaraan gender, seperti budaya patriarki dan minimnya pemahaman masyarakat. Oleh karena itu, kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci keberhasilan, termasuk keterlibatan media dalam menyuarakan isu-isu perempuan.

Lebih lanjut, perempuan dinilai memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah. DP3AKB mendorong generasi muda perempuan untuk berani tampil, meningkatkan kapasitas diri, serta aktif berkontribusi dalam berbagai bidang.

Melalui berbagai upaya tersebut, diharapkan perempuan Aceh Barat dapat tumbuh menjadi individu yang mandiri, berdaya, serta terlindungi dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi.

“Ke depan, kita ingin melihat perempuan Aceh Barat yang tidak hanya kuat, tetapi juga bahagia dan bebas dari luka, baik secara fisik maupun psikologis,” tutupnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....