Komite Fotografi DKAB Dorong Arsip Digital Budaya Aceh Barat
- 23 Mei 2026 20:37 WIB
- Meulaboh
RRI.CO.ID, Meulaboh - Komite Fotografi Dewan Kesenian Aceh Barat (DKAB) memaparkan sejumlah program strategis dalam forum Rapat Kerja DKAB periode 2025–2029 di Aula Gedung C BKPSDM Aceh Barat, Sabtu, 23 Mei 2026. Kegiatan yang dihadiri Kabid Kebudayaan Aceh Barat, pengurus DKAB, dan seluruh perwakilan komite seni itu membahas pengembangan seni budaya berbasis visual dan digitalisasi arsip daerah.
Forum rapat kerja tersebut menjadi agenda penting dalam menyusun arah program seluruh komite seni di bawah DKAB. Raker juga menjadi wadah penyampaian gagasan kreatif untuk mendukung perkembangan seni dan budaya di Kabupaten Aceh Barat.
Ketua Komite Fotografi DKAB, ARIFFAHMI, mengatakan pihaknya tidak hanya fokus pada dokumentasi kegiatan semata. Menurutnya, fotografi memiliki peran besar dalam pengembangan arsip visual dan digitalisasi budaya daerah.
“Fotografi bukan hanya sekadar mengambil gambar, tetapi bagaimana karya visual mampu menjadi arsip sejarah, media promosi budaya, dan wajah Aceh Barat di masa depan,” ujar ARIFFAHMI di hadapan peserta raker. Ia menilai karya visual dapat menjadi identitas daerah yang diwariskan kepada generasi mendatang.
Dalam pemaparannya, Komite Fotografi DKAB merancang sejumlah program kerja selama periode 2025–2029. Program tersebut meliputi workshop fotografi, pelatihan, hunting foto, dokumentasi event budaya, publikasi media, hingga pameran fotografi tahunan.
Selain itu, komite juga merencanakan penerbitan buku dokumentasi visual yang memuat kekayaan seni dan budaya Aceh Barat. Buku tersebut diharapkan menjadi salah satu media arsip sejarah daerah dalam bentuk visual yang mudah diakses masyarakat.
ARIFFAHMI menjelaskan penguatan sumber daya manusia di bidang fotografi menjadi salah satu prioritas program kerja komite. Menurutnya, peningkatan kapasitas fotografer muda penting agar dokumentasi budaya daerah semakin berkualitas.
Komite Fotografi DKAB juga mengusulkan pembangunan gedung galeri fotografi dan seni budaya Aceh Barat. Galeri itu nantinya dirancang sebagai pusat dokumentasi, ruang pameran, edukasi, dan apresiasi karya seni visual daerah.
Gedung galeri tersebut diharapkan menjadi ruang berkumpul bagi seniman, fotografer, komunitas kreatif, pelajar, hingga masyarakat umum. Keberadaan fasilitas itu juga dinilai mampu memperkuat promosi budaya lokal kepada masyarakat luas.
ARIFFAHMI menegaskan galeri seni memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan arsip budaya daerah. “Selama ini banyak dokumentasi budaya yang tersimpan secara pribadi dan tidak terarsip dengan baik,” katanya.
Ia berharap ke depan Aceh Barat memiliki pusat arsip visual yang modern dan terintegrasi. “Kami berharap Aceh Barat memiliki galeri yang mampu menjadi pusat penyimpanan dan pameran karya seni budaya daerah,” lanjut Arif Fahmi.
Selain pembangunan galeri, Komite Fotografi DKAB turut mengusulkan pembuatan website digital seni budaya Aceh Barat. Website tersebut akan memuat dokumentasi seni, adat istiadat, sejarah daerah, foto kegiatan, video, artikel, hingga arsip visual secara digital.
Menurut ARIFFAHMI, website itu akan menjadi media publikasi modern yang dapat diakses masyarakat daerah maupun nasional. Platform digital tersebut juga diharapkan mampu memperluas promosi wisata dan budaya Aceh Barat di era teknologi informasi.
“Ke depan kami ingin semua seni budaya dan adat Aceh Barat terdokumentasi secara digital melalui website,” ujar ARIFFAHMI. Ia mengatakan masyarakat nantinya dapat mengakses informasi budaya daerah dengan lebih mudah dan cepat.
Ia menambahkan digitalisasi budaya menjadi langkah penting dalam menjaga identitas daerah di tengah perkembangan media sosial yang semakin pesat. Menurutnya, dokumentasi digital akan membantu pelestarian budaya agar tetap dikenal generasi muda.
Dalam pelaksanaan program nantinya, Komite Fotografi DKAB membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak. Kerja sama itu mencakup Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, Event Organizer, komunitas kreatif, media, sekolah, kampus, hingga masyarakat umum.
Program yang dipaparkan Komite Fotografi DKAB mendapat perhatian dan apresiasi dari peserta forum raker. Peserta menilai gagasan tersebut menjadi langkah maju dalam pengembangan seni budaya berbasis teknologi di Aceh Barat.
Rapat kerja DKAB sendiri diharapkan mampu mendorong seluruh komite seni bergerak lebih aktif, kreatif, profesional, dan kolaboratif selama masa bakti 2025–2029. Melalui program tersebut, Komite Fotografi DKAB diharapkan menjadi motor penggerak lahirnya arsip visual daerah yang modern dan berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....