DPR RI Ajak Pemuda Abdya Jadi Duta Wisata Digital Wonderful Indonesia

  • 28 Jul 2026 20:24 WIB
  •  Meulaboh
Poin Utama
  • Anggota Komisi VII DPR RI Drs. H. T. Zulkarnaini mengajak generasi muda Aceh Barat Daya menjadi duta wisata digital untuk mempromosikan potensi wisata lokal.
  • Kegiatan Promosi Branding Wonderful Indonesia merupakan kolaborasi antara Kementerian Pariwisata dan Komisi VII DPR RI
  • Program ini bertujuan memperkuat promosi potensi wisata Aceh Barat Daya hingga mampu menjangkau pasar nasional dan internasional.

RRI.CO.ID, Blangpidie - Anggota Komisi VII DPR RI, Drs. H. T. Zulkarnaini atau yang akrab disapa Ampon Bang mengajak generasi muda Aceh Barat Daya (Abdya) menjadi duta wisata digital. Hal itu disampaikan pada kegiatan Promosi Branding Wonderful Indonesia di Aula STKIP Muhammadiyah Abdya, Selasa, 28 Juli 2026.

Kegiatan yang digelar hasil kolaborasi Kementerian Pariwisata, Komisi VII DPR RI, dan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya itu bertujuan memperkuat promosi potensi wisata daerah agar mampu menjangkau pasar nasional hingga internasional.

Kegiatan tersebut dihadiri unsur pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, dan tokoh adat. Hadir di antaranya Analis Hukum Ahli Pratama Kementerian Pariwisata Ritno Nursakti, Kepala Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Disbudparpora Abdya Syafrul, Ketua STKIP Muhammadiyah Abdya Afdal Jihad, serta perwakilan Majelis Adat Aceh Kabupaten Abdya Abdul Ajis.

Dalam sambutannya, Ampon Bang menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pariwisata yang telah menggandeng Komisi VII DPR RI dan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi langkah penting untuk mempercepat pengembangan sektor pariwisata di daerah.

“Kami mengapresiasi Kementerian Pariwisata yang telah berkolaborasi dengan Komisi VII DPR RI serta Pemerintah Kabupaten Abdya sebagai tuan rumah kegiatan ini,” ujar Ampon Bang.

Ia mengatakan Aceh Barat Daya memiliki kekayaan alam, budaya, dan tradisi yang menjadi modal besar untuk mengembangkan sektor pariwisata. Potensi tersebut dinilai mampu menjadi daya tarik wisata nasional bahkan internasional apabila dikelola secara maksimal.

Namun, menurutnya, potensi wisata tidak akan berkembang tanpa adanya sinergi seluruh pemangku kepentingan. Pemerintah, pelaku usaha, lembaga adat, akademisi, hingga masyarakat harus bergerak bersama untuk membangun pariwisata yang berkelanjutan.

“Potensi yang besar membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga adat, pelaku usaha, hingga masyarakat, terutama generasi muda sebagai pelaku utama promosi wisata,” katanya.

Ampon Bang menilai media sosial kini menjadi instrumen paling efektif dalam memperkenalkan destinasi wisata kepada masyarakat luas. Satu unggahan foto atau video yang menarik, katanya, mampu menjangkau wisatawan dari berbagai daerah bahkan mancanegara dalam waktu singkat.

“Tema hari ini sangat relevan dengan perkembangan zaman. Media sosial bukan hanya menjadi sarana komunikasi, tetapi juga menjadi media konsumsi informasi dunia. Satu foto yang bagus bisa mengundang wisatawan dari luar negeri untuk datang ke daerah kita,” ujarnya.

Karena itu, ia mengajak generasi muda Abdya memanfaatkan berbagai platform digital untuk mempromosikan destinasi wisata, budaya, kuliner, dan produk unggulan daerah. Menurutnya, promosi digital yang dilakukan secara konsisten akan berdampak terhadap peningkatan kunjungan wisatawan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Saya mengajak generasi muda dan seluruh masyarakat Abdya menjadi duta wisata digital. Dari DPR RI kami akan terus mendorong kebijakan dan dukungan anggaran agar sektor pariwisata daerah semakin berkembang sehingga mampu meningkatkan nilai tambah ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” kata Ampon Bang.

Selain promosi wisata, ia juga mendorong pelaku UMKM agar meningkatkan kualitas produk lokal sehingga memiliki daya saing yang lebih baik. Produk khas seperti kue sapit dan kuliner tradisional lainnya, menurutnya, perlu dikemas lebih menarik, higienis, dan sesuai dengan kebutuhan pasar modern.

Di akhir penyampaiannya, Ampon Bang mengingatkan pentingnya membangun budaya sadar wisata di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa keramahan, kesopanan, dan pelayanan yang baik merupakan faktor utama yang akan membuat wisatawan merasa nyaman dan ingin kembali berkunjung ke Aceh Barat Daya.

“Masyarakat harus ramah karena itu menjadi nilai jual yang sangat tinggi. Saya juga menyarankan Dinas Pariwisata terus meningkatkan penyuluhan sadar wisata. Sikap sopan, santun, dan pelayanan yang baik akan sangat berpengaruh terhadap kemajuan sektor pariwisata,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....