Dialog di RRI, Kamad: MAN 1 Aceh Barat Menuju Sekolah Internasional

  • 30 Jul 2026 21:34 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Aceh Barat terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan dengan meluncurkan Kelas Internasional. Hal ini sebagai langkah awal menuju sekolah berstandar internasional.

Program tersebut diperkenalkan dalam dialog interaktif RRI Pro 1 Meulaboh bertajuk "MAN 1 Aceh Barat Menuju Sekolah Internasional" yang disiarkan pada Kamis 30 Juli 2026.

Kepala MAN 1 Aceh Barat, Faisal, M.Pd, mengatakan pembentukan kelas internasional merupakan respons terhadap tuntutan masyarakat sekaligus perkembangan dunia pendidikan yang semakin kompetitif di tingkat global.

Menurutnya, Aceh Barat memiliki banyak siswa dengan potensi akademik dan kemampuan bahasa asing yang baik.Karena itu, madrasah berupaya memberikan wadah agar potensi tersebut dapat berkembang secara maksimal.

"Anak-anak Aceh Barat memiliki kemampuan yang luar biasa. Tugas kami adalah memfasilitasi mereka agar mampu menjadi generasi yang berkualitas dan siap bersaing di tingkat dunia," ujarnya.

Pada tahun ajaran pertama, MAN 1 Aceh Barat membuka satu rombongan belajar (rombel) kelas internasional dengan kapasitas 32 siswa yang dipilih melalui proses seleksi. Selain itu, madrasah juga membuka kelas kedinasan sebagai bagian dari pengembangan program unggulan.

Paisal menjelaskan, proses pembelajaran di kelas internasional akan mengadopsi pendekatan kurikulum global dengan penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa utama dalam berbagai mata pelajaran, termasuk matematika dan pendidikan agama. Untuk mendukung program tersebut, sekolah juga menggandeng tenaga pendidik yang memiliki kompetensi bahasa asing, baik dari internal maupun dari luar madrasah.

Tidak hanya itu, MAN 1 Aceh Barat juga telah menjalin komunikasi dan kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi luar negeri, di antaranya Monash University di Australia dan universitas di Terengganu, Malaysia. Kerja sama tersebut diharapkan membuka peluang bagi siswa untuk mengikuti pembelajaran internasional secara daring hingga melanjutkan pendidikan ke luar negeri.

Sementara itu, Wali Kelas Internasional, Novi Yulian Dasari, M.Pd, yang akrab disapa Miss Linda, menjelaskan bahwa proses belajar di kelas internasional menerapkan metode student centered learning, di mana guru berperan sebagai fasilitator dan siswa didorong lebih aktif dalam berdiskusi, berkolaborasi, serta mengerjakan proyek pembelajaran.

Menurutnya, penggunaan bahasa Inggris tidak hanya dilakukan saat pelajaran bahasa, tetapi juga diterapkan dalam berbagai aktivitas belajar agar siswa terbiasa berkomunikasi menggunakan bahasa asing.

"Yang paling penting adalah membangun rasa percaya diri siswa. Mereka tidak perlu takut salah saat berbicara dalam bahasa Inggris, karena kesalahan adalah bagian dari proses belajar," katanya.

Untuk menunjang proses pembelajaran, kelas internasional juga dilengkapi berbagai fasilitas modern, seperti layar interaktif, perangkat pembelajaran digital, serta penggunaan laptop oleh setiap siswa.

Meski demikian, Faisal mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, mulai dari penyediaan tenaga pengajar berkualitas, peningkatan fasilitas, hingga perlunya dukungan penuh dari orang tua dan masyarakat.

Ia berharap seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, dapat bersama-sama mendukung pengembangan kelas internasional agar mampu melahirkan lulusan yang berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.

MAN 1 Aceh Barat menargetkan para siswa kelas internasional dapat mengikuti berbagai kompetisi internasional, termasuk ajang tingkat ASEAN di Malaysia dalam waktu dekat. Program ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mencetak generasi Aceh Barat yang unggul, berdaya saing global, serta tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....