Sebanyak 33 Siswa Madrasah Aceh Barat Ikuti OMI 2006 Tingkat Provinsi

  • 30 Sep 2026 12:42 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Sebanyak 33 siswa madrasah di Kabupaten Aceh Barat dilepas untuk mengikuti Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 tingkat Provinsi Aceh di Banda Aceh. Pelepasan dilakukan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Barat, Dr Tgk H Khairul Azhar MA, di halaman Kantor Kemenag setempat, Rabu, 30 September 2026.

Ke-33 peserta tersebut merupakan siswa berprestasi yang berhasil meraih juara pada seleksi OMI tingkat Kabupaten Aceh Barat.

Peserta terdiri dari enam siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI), sembilan siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan 18 siswa Madrasah Aliyah (MA). Kompetisi tingkat provinsi dijadwalkan berlangsung pada 5 dan 6 Oktober 2026 di Banda Aceh.

Kakankemenag Aceh Barat Dr.Tgk H Khairul Azhar memberikan dukungan berupa uang saku kepada peserta OMI 2026 Kabupaten Aceh Barat di halaman Kankemenag Aceh Barat, Rabu, 30 September 2026. Foto RRI/Irhamsyah

Dalam kesempatan itu, Khairul Azhar bersama Kasubbag TU dan kasi pendidikan Madrasah turut menyerahkan uang saku kepada seluruh peserta sebagai bentuk dukungan selama mengikuti kompetisi.

Khairul Azhar mengatakan, peserta Aceh Barat akan mengikuti sejumlah bidang perlombaan, di antaranya matematika, sains, IPA, dan robotik.

“Aceh Barat mengirimkan 33 siswa-siswi yang merupakan juara di tingkat kabupaten. Mereka akan mengikuti beberapa mata pelajaran yang diperlombakan, antara lain matematika, sains, IPA, dan robotik,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kompetisi menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) secara daring. Peserta dengan nilai tertinggi akan menjadi juara dan berpeluang mewakili Aceh ke tingkat nasional.

Menurutnya, Kemenag Aceh Barat terus memberikan dukungan dan pendampingan kepada peserta, termasuk melalui pembinaan dan karantina di madrasah masing-masing bersama guru pembina dan pelatih.

Sementara itu, perwakilan peserta dari MAN 1 Aceh Barat, Farah, Nur Habibi, dan Asyifa, menyatakan telah mempersiapkan diri untuk mengikuti kompetisi tingkat provinsi.

Farah mengatakan, mereka mengikuti kelas karantina dan menjalani pembelajaran intensif dengan bimbingan guru di madrasah.

“Kami mulai masuk kelas karantina, dibimbing oleh guru-guru dari MAN 1 Aceh Barat dan belajar secara intensif. Persiapan kami juga didukung oleh guru pembimbing,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....