Kerukunan Umat Beragama di Aceh Terus Dijaga Melalui Sinergi Lintas Sektor

  • 29 Jul 2026 14:12 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Aceh, Drs. H. Azhari, M.Si., menegaskan bahwa kerukunan umat beragama di Aceh terus dijaga melalui sinergi antara pemerintah, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), aparat penegak hukum, dan berbagai pemangku kepentingan. Hal tersebut disampaikannya saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Aceh Barat, Selasa, 28 Juli 2026.

Azhari mengatakan, Kementerian Agama memiliki mekanisme khusus dalam menjaga kehidupan beragama yang harmonis. Di tingkat kabupaten, koordinasi dilakukan melalui Subbagian Tata Usaha bersama FKUB untuk mengantisipasi dan menyelesaikan berbagai persoalan yang berkaitan dengan kerukunan umat beragama.

Menurutnya, apabila muncul persoalan di tengah masyarakat, penyelesaiannya dilakukan secara bersama melalui Forum Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Keagamaan dalam Masyarakat (Pakem) yang melibatkan berbagai unsur.

"Di dalam forum tersebut terdapat unsur Kejaksaan, Kepolisian, TNI, FKUB, Pemerintah Daerah, MPU, serta Kementerian Agama. Semua persoalan yang berkaitan dengan kerukunan umat beragama dibahas bersama agar dapat diselesaikan dengan baik," ujar Azhari.

Ia menambahkan, meskipun mayoritas masyarakat Aceh beragama Islam, pemerintah tetap menjamin penghormatan terhadap keberadaan pemeluk agama lain sebagai bagian dari kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Walaupun berbeda agama, seluruh masyarakat tetap hidup berdampingan secara damai. Kerukunan merupakan modal penting dalam menjaga stabilitas dan keharmonisan di Aceh," katanya.

Azhari berharap semangat toleransi dan saling menghormati antarpemeluk agama terus dipelihara agar Aceh tetap menjadi daerah yang aman, damai, dan harmonis.

Menutup keterangannya, Azhari menyampaikan sebuah pantun yang menggambarkan pentingnya menjaga persatuan dalam keberagaman.

"Tanam pohon di sebuah kota, untuk menjadi rindang suasana. Umat di Indonesia berbagai agama, tapi tetap diakui negara," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....