PCNU Aceh Barat Laksanakan Beut NU Warong Kopi Edisi ke 14

  • 20 Jul 2026 09:54 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Aceh Barat kembali menggelar Beut NU Warong Kopi edisi ke-14 yang berlangsung di Warung Mie Bokom milik Rahmad Maulizar, Pasar Aceh, Gampong Pasar Aceh, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, Minggu 19 Juli 2026.

Kegiatan yang telah menjadi agenda rutin PCNU Aceh Barat ini menghadirkan Wakil Ketua PWNU Aceh, Tgk. H. Akmal, S.HI., M.HI., sebagai pemateri. Kajian tersebut dihadiri warga Nahdliyin dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh masyarakat, pemuda hingga kaum ibu yang mengikuti tausiah dengan antusias.

Ketua PCNU Aceh Barat, Khairul Azhar, mengatakan Beut NU Warong Kopi kali ini mengusung tema "Menyuburkan Sadaqah dan Memperkuat Jam'iyah", yang menekankan pentingnya membangun kepedulian sosial serta kemampuan membaca kondisi dan latar belakang masyarakat secara kontekstual.

Menurutnya, program Beut NU Warong Kopi telah berjalan hampir dua tahun dan terus dilaksanakan di berbagai kecamatan di Kabupaten Aceh Barat sebagai wadah mempererat silaturahmi dan memperkuat ukhuwah di kalangan warga Nahdliyin.

"Melalui kegiatan ini kita ingin menguatkan hubungan jam'iyah sesama warga Nahdliyin, sekaligus membangun dan mempererat relasi lintas organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan di Aceh Barat," ujar Khairul Azhar.

Sementara itu, Rahmad Maulizar selaku tuan rumah sekaligus tokoh sosial menilai kepengurusan NU Aceh Barat saat ini diisi oleh kader-kader yang aktif dan memiliki kapasitas untuk melahirkan berbagai program yang bermanfaat bagi masyarakat.

Ia optimistis, dengan figur-figur yang ada saat ini, NU Aceh Barat akan semakin bermakna dan terus bersinar dalam membimbing umat melalui dakwah, pendidikan, dan kegiatan sosial.

Dalam tausiahnya, Tgk. H. Akmal, S.HI., M.HI. menyampaikan bahwa masyarakat Aceh saat ini menghadapi berbagai persoalan yang bersifat multidimensi. Menurutnya, salah satu penyebabnya adalah dekadensi moral yang dipengaruhi oleh pemanfaatan era digital yang belum digunakan secara bijak oleh sebagian pengguna media digital.

Karena itu, ia mengajak warga NU untuk terus merawat tradisi keagamaan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) yang telah tumbuh di tengah masyarakat serta aktif berpartisipasi dalam setiap kegiatan keagamaan agar nilai-nilai Aswaja tetap terpelihara dan menjadi perekat umat.

Panitia pelaksana menyebutkan, Beut NU Warong Kopi edisi ke-14 kali ini mendapat sambutan yang semakin luas. Tidak hanya diikuti oleh kalangan orang tua dan pemuda, namun juga dihadiri kaum ibu yang turut menyimak jalannya kajian hingga selesai.

Di kesempatan terpisah, Ketua PWNU Aceh, H. Faisal, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Beut NU Warong Kopi yang dinilai sebagai sebuah inovasi dakwah yang mampu mendekatkan ulama dengan masyarakat melalui ruang-ruang yang lebih terbuka.

Menurutnya, kajian keagamaan seperti ini tidak hanya meningkatkan ukhuwah Islamiyah dan silaturahmi, tetapi juga memperkuat semangat berbagi, pengabdian sosial, serta kerja sama antara pengurus NU dengan berbagai organisasi kemasyarakatan.

Ia juga mendorong agar program-program sosial NU, seperti Coin NU, terus dikembangkan sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat melalui kegiatan sosial, kesehatan, dan pelayanan kemanusiaan, sehingga keberadaan NU semakin dirasakan manfaatnya oleh umat.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....